NEWS FLASH
Benah Diri Profesi Diplomat Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Juni 2009 ( edisi pelayanan publik)
Sunday, 23 August 2009 17:55


Deplu saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, disamping peluang, sejalan dengan perkembangan yang cepat dan kompleks dalam hubungan internasional di samping adanya tuntutan pelaksanaan “good governance”. Guna menghadapi tantangan tersebut, Deplu mengambil inisiatif merestrukturisasi organisasinya dan memperbaiki kinerja para pegawainya, termasuk para diplomatnya.

Inisiatif tersebut difokuskan pada upaya-upaya restrukturisasi organisasi Deplu, restrukturisasi Perwakilan-Perwakilan Indonesia di luar negeri, dan perbaikan profesi diplomat. Aspek inti dari perbaikan profesi diplomat, yang menjadi fokus strategi Sumber Daya Manusia, adalah perbaikan di bidang jalur karir diplomat, kebijakan peningkatan personil, dan pemantauan karir.`

Diplomat yang sering di sebut juga sebagai Pejabat Diplomatik dan konsuler melaksanakan tiga fungsi politik. Pertama, untuk mengemban fungsi Pengembangan jejaring dan negosiasi dengan berbagai pihak, meliputi kalangan pemerintahan, parlemen, akademisi, media massa, dan organisasi/lembaga non pemerintah, mengenai kepentingan nasional di negara penerima atau organisasi internasional.

Kedua, meningkatkan kerjasama dan penanganan masalah di bidang politik keamanan, hukum, dan hak asasi manusia yang mencakup isu-isu kontemporer seperti terorisme, kejahatan transnasional yang terorganisir, kepemerintahan yang baik, pencucian uang, penyelundupan barang dan manusia, narkoba dan imigran gelap. Ketiga, memantapkan dukungan seluas-luasnya bagi kepentingan nasional, terutama keutuhan dan kesatuan wilayah negara Republik Indonesia, baik di negara penerima atau organisasi internasional.

Seorang diplomat, yang sedang dinas luar negeri atau bertugas pada Kementerian Luar Negeri suatu negara, akan secara otomatis memiliki gelar diplomatik sebagaimana yang diatur dalam hukum kebiasaan internasional. Hirarki gelar diplomatik, berdasarkan urutan tertinggi sampai terendah, adalah :Duta Besar, Minister, Minister Counsellor, Counsellor, Sekretaris Pertama, Sekretaris Kedua, Sekretaris Ketiga, Atase Di Indonesia hirarki gelar diplomatik ini tidak diatur oleh UU Hubungan luar negeri maupun Keppres No 108, namun oleh Keputusan Menlu.

Perbaikan Jalur Karir
Dalam rangka perbaikan jalur karir, Deplu sedang menciptakan pembagian jalur karir yang jelas antara Pejabat Diplomatik/ Konsuler (PDK) dan staf Non-Diplomatik. PDK terdiri dari pejabat-pejabat yang memiliki ranking diplomatik sementara staf Non-Diplomatik terdiri dari staf keuangan/administrasi (Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan/ BPKRT) dan petugas komunikasi (PK) yang tidak memiliki ranking diplomatik. Sebelumnya tidak ada pembedaan yang jelas antara staf Diplomatik dan staf Non-Diplomatik, sehingga ada staf Non-Diplomatik yang melaksanakan tugas/tanggung jawab staf Diplomatik dan sebaliknya. Dengan demikian, program perbaikan jalur karir bertujuan sebagai upaya memperkuat ketrampilan, kompetensi dan profesionalisme profesi, baik bagi staf Diplomatik maupun staf Non-Diplomatik.[]