|
“Pada zaman kini seorang wanita tak cukup hanya cantik dan pintar, tetapi juga harus berprestasi...”
Diplomasi olahraga sebagai elemen dari diplomasi publik adakalanya dapat sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya. Dalam konteks hubungan internasional, olahraga juga ternyata memiliki fungsi lain yang tidak kalah pentingnya: sarana berdiplomasi. Diplomasi olahraga beberapa kali terbukti mampu meredam konflik atau minimal mencairkan ketegangan antar negara yang tengah bertikai. Mengapa olahraga dapat menjadi sarana penting untuk berdiplomasi? Karena sifat utama dari olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas. Di lapangan olahraga-lah kita semua dapat menikmati indahnya sportivitas. Tidak ada bom, tidak ada rudal, tidak ada pertarungan ideologis. Yang ada adalah indahnya hubungan antar umat manusia.
Barangkali inilah diantara alasan Tamara Blezynsky untuk menerima tawaran dari PB Pertina menjadi Duta Tinju Nasional. Tentu sulit dibayangkan kalau Tamara Bleszynski yang cantik menerjuni dunia tinju. Tapi itulah yang terjadi, Tamara didapuk untuk jadi duta tinju tanah air. Tapi jangan salah sangka dulu, dengan peran baru ini Tamara tak akan menggeluti dunia tinju, melainkan hanya ikut berupaya memberikan dukungan untuk perkembangan dunia tinju tanah air.
Pengangkatan resmi dilakukan saat acara peresmian gedung baru PB Pertina dan tempat latihan baru, di Pintu VI Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu. Hadir dalam acara itu Ketua Umum KON/KOI Ny. Rita Subowo, Gubernur Sumut Syamsul Arifin serta belasan petinju dan mantan petinju seperti Chris John dan Ellyas Pical.
Tamara sendiri mengaku, sangat terkejut dengan predikat Duta Tinju, sementara ia memang memiliki obsesi untuk turut meningkatkan prestasi para petinju. “Terima kasih sekali atas kepercayaan ini. Saya sangat senang ditunjuk sebagai Duta Tinju Indonesia, dan saya sangat bangga,” ujarnya. Tak salah jika Tamara, ditunjuk sebagai duta tinju, bintang iklan Lux ini pernah ikut berlatih boxing. “Dua tahun latihan boxing, tinju bukan sekedar bela diri tapi menahan emosi. Saya memberikan semangat untuk petinju Indonesia. Wanita bukan karena cantik saja tapi karena sehat dan indah,” ujar Tamara yang ditemui di Stadion Utama, Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Ketua Umum PB Pertina Setya Novanto mengatakan, dipilihnya artis bertubuh semampai ini karena dia memiliki dedikasi yang tinggi untuk ikut memajukan olahraga nasional. “Ia punya dedikasi yang tinggi dan juga pintar. Dia dikenal oleh publik. Kami mengharapkan dia bisa memotivasi dan menyemangati olahraga tinju di Indonesia, khususnya para petinju wanita,” ujar Novanto.
Tamara mengatakan, tidak menyangka akan mendapat kepercayaan yang begitu besar dari PB Pertina yang diketuai Setya Novanto dan masyarakat olahraga umumnya. Menurutnya, tugasnya untuk turut menyemangati para atlet itu bukanlah merupakan tugas ringan. “Harapan dan peluang petinju Indonesia untuk bisa lebih berprestasi itu sangat besar. Saya akan pikirkan bagaimana agar tujuan itu bisa menjadi kenyataan. Saya berharap para atlet Indonesia berprestasi,” ujar pemilik nama asli Tamara Natalie Christina Mayawati Bleszynski ini. Mengenai perkembangan tinju wanita, Tamara melihat bahwa olahraga keras ini membutuhkan penguasaan diri yang begitu besar seperti menguasai emosi, sabar dan mengatur konsentrasi saat bertanding.
Aktris dan model kelahiran Jakarta, 12 Desember 1974 ini mengatakan, “Pada zaman kini seorang wanita tak cukup hanya cantik dan pintar, tetapi juga harus berprestasi. Yang pasti saya akan memberikan semangat kepada para petinju,” katanya.
“Ia punya dedikasi yang tinggi dan juga pintar. Dia dikenal oleh publik. Kami mengharapkan dia bisa memotivasi dan menyemangati olahraga tinju di Indonesia, khususnya para petinju wanita,” ujar Novanto.
|