NEWS FLASH
Interfaith Dialogue di Indonesia Cukup Mengakar Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Desember 2008
Saturday, 22 August 2009 08:17


Dr. Elisabeth Karamat, Delegasi Pertukaran Diplomat Austria -Indonesia
(Counsellor pada Perwakilan Austria di EU, Brussels)


Kehadiran saya di Indonesia khususnya di Deplu dalam konteks pertukaran diplomat Indonesia dan Austria dan ini merupakan program yang unik. Banyak negara yang ternyata tertarik untuk melakukan program seperti ini. Tahun depan beberapa negara seperti Jerman, Jepang, China tertarik untuk melakukan program serupa dengan Indonesia. Hal ini merupakan kesempatan bagus bagi Indonesia untuk mengembangkan bilateral interfaith dialog dengan berbagai negara.

Saya menyaksikan banyak hal menarik di Indonesia, khususnya dialog lintas agama yang yang sudah demikian mengakar dan bukan hanya sekedar menjadi wacana. Tesis doctor saya kebetulan meneliti mengenai isu dialog Islam Kristen dalam kebijakan luar negeri. Indonesia memiliki akar dan pengalaman panjang mengenai interfaith dialog. Saya bertemu dengan pemimpin agama dan juga berinteraksi dengan masyarakat Indonesia sebanyak mungkin . Mereka memiliki peran yang besar untuk menginspirasikan kepada pengikutnya perihal pentingnya toleransi untuk membangun sebuah masyarakat yang adil, maju, dan beradab. Mereka juga mengantisipasi berbagai kecenderungan ekstremitas yang kian menguap, baik disebabkan faktor internal agama itu sendiri maupun faktor ketidakadilan global.

Austria dan Indonesia telah merencanakan untuk mengadakan bilateral interfaith dialogue pada bulan Mei 2009. Masing-masing sedang mempersiapkan segala sesuatunya termasuk delegasi dari kedua negara. Topik yang akan diangkat dalam bilateral interfaith dialogue nanti adalah negara, hukum dan pluralisme agama. Bagaimana negara mensikapi agama dan pluralisme agama, bagaimana agama menjamin kebebasan beragama. Kebebasan disini berarti negara bertanggungjawab dan menjamin setiap pemeluk agama untuk mempraktikan ajaran agamanya secara bebas. Austria sendiri telah mengakui Islam secara resmi sejak 1912. ini merupakan langkah maju karena saat itu belum ada satupun negara-negara Eropa yang terbuka bagi Islam. Meski interfaith dialog sendiri bukan merupakan solusi, namun memproyeksikan dialog lintas agama dan budaya dalam diplomasi tentu akan banyak memberi manfaat bagi kebijakan luar negeri.