|
Cameron R Hume Dubes AS
Lembaga Pembangunan Internasional AS (USAID) berkomitmen untuk memberikan bantuan senilai USD 40 juta, guna mendukung upaya internasional untuk menyelamatkan Coral Triangle, yaitu wilayah hutan bakau, terumbu karang dan keaneka-ragaman ikan yang paling luas di dunia, yang kini berada dalam keadaan bahaya akibat polusi, praktik-praktik penangkapan ikan yang tidak memperhatikan masalah kelestarian alam dan perubahan iklim. USAID dan Deplu AS akan mengucurkan dana baru ini untuk jangka waktu lima tahun kepada CTI (Coral Triangle Inisiatif), yaitu sebuah konsorsium yang dibentuk untuk mendorong upaya-upaya penangkapan ikan yang peduli dengan kelestarian alam dan program pengelolaan sumber daya pesisir di Indonesia, Filiphina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Malaysia, dan Timor Leste. Indonesia adalah sebuah negara adidaya lingkungan hidup dan merupakan pemimpin dalam upaya global untuk melindungi lingkungan hidup, dimana ada banyak tantangan yang sangat besar untuk dapat menjamin bahwa generasi yang akan datang dapat mewarisi kekayaan lingkungan hidup yang berlimpah ini.
Perusakan terumbu karang, penangkapan ikan secara berlebihan, dan cara-cara lain yang tidak peduli dengan kelestarian alam, akan mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan puluhan juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya laut. Bahkan tidak hanya itu, penghancuran itu juga mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada ekosistem lingkungan hidup Indonesia yang unik.
Dalam hal ini CTI berupaya untuk melindungi 6 juta kilometer persegi lautan dan pesisir, yaitu sebuah kawasan yang dikenal sebagai Amazon Lautan, karena keaneka-ragaman hayatinya. Coral Triangle menjadi pertemuan antara samudera Hindia dan Pacifik serta menjadi tempat bagi 30 % terumbu karang dunia dan 75 % jenis terumbu karang yang sudah dikenal luas di dunia.
Menyadari pentingnya terumbu karang dan ancaman terhadap kelestariannya, serta akibat dari perubahan iklim dan eksploitasi yang mengabaikan kelestarian alam, maka Presiden SBY mengemukakan CTI regional pada Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali pada bulan Desember 2007, dan AS merasa bangga dapat mendukung program kerjasama yang penting ini.
Demikian disampaikan oleh Cameron R.Hume berkaitan dengan kebijakan pemerintah AS untuk mendukung komitmen dan kemajuan yang telah dicapai oleh enam negara Coral Triangle (CT-6) terhadap rencana aksi Coral Triangle Inisiatif (CTI). Pada saat Pertemuan Pejabat Tinggi CTI II di Manila, Rabu (23/10), pemerintah AS mengumumkan akan memberikan bantuan dana untuk keperluan tersebut. Dukungan terhadap CT-6 ini diberikan oleh sebuah asosiasi para mitra pembangunan, seperti LSM, yayasan donatur swasta, dan lembaga-lembaga pemerintah seperti USAID dan Deplu AS.
Bantuan ini diberikan kepada konsorsium LSM seperti World Wildlife Fund (WWF), The Nature Conservacy, dan Conservation Internasional untuk melindungi Coral Triangle. LSM bersangkutan nantinya akan bekerjasama dengan pemerintah dan para mitra dari sektor swasta untuk memperkuat pemerintah daerah setempat, melindungi mata pencaharian masyarakat, mempromosikan wisata lingkungan hidup (Ecotourisme), serta melindungi terumbu karang dan hutan bakau.
|