NEWS FLASH
Menembus Pasar Jepang Melalui Interactive Teleconference Antara Jakarta - Osaka Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - November 2008
Saturday, 22 August 2009 09:42


Konsulat Jenderal RI di Osaka, bekerja sama dengan BPEN, Indonesian Trade Promotion Center di Osaka dan JICA Net-Osaka, menyelenggarakan pertemuan interaktif untuk ketiga kalinya pada tanggal 10 November 2008 melalui teknologi teleconference yang menghubungkan para pakar pasar Jepang di Osaka dengan para pengusaha Indonesia dari beberapa kota yaitu Jakarta, Medan, Makassar, Banjarmasin dan Surabaya. Penyelenggaraan pertemuan interaktif kalinya ini bertema khusus yaitu “Boosting the Competitiveness of Indonesian Product in the Japanese Market”.

Teleconference menghadirkan tiga pakar pasar Jepang yaitu Mr. Kazuo Kawamura (produk makanan dan pakaian), Mr. Toshiya Yuba (produk garmen), Mr. Yoshida Masato (handicraft), dan Ms. Yumiko Endo (produk spa dan perhiasan). Dalam kesempatan tersebut, Acting Konsul Jenderal menjelaskan bahwa pasar Jepang selama ini dinilai sulit untuk ditembus. Oleh karenanya diperlukan keberanian untuk mencoba dengan bekal sarana dan pengetahuan yang mencukupi, serta keuletan untuk bersungguh-sungguh dan pantang menyerah. Selain itu juga diperlukan kejujuran sebagai landasan berbisnis untuk jangka waktu yang lama. Potensi perdagangan kedua negara juga diharapkan dapat lebih meningkat lagi setelah diimplementasikannya Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) pada 1 Juli 2008.

Dalam presentasi tentang pasar Jepang, dipaparkan bahwa dengan adanya penguatan Yen akibat krisis finansial global saat ini, Jepang cenderung untuk mengimpor lebih banyak produk dari luar negeri. Saat ini daya beli individu di Jepang dalam setahunnya mencapai 20.000 dolar. Potensi ini tentunya membuka kesempatan bagi produk Indonesia untuk melakukan penetrasi ke pasar Jepang. Dalam pertemuan interaktif ini, para pakar menjelaskan faktor kesulitan dalam memasarkan produk ke Jepang dibandingkan dengan produk yang sama ke negara lain. Oleh karena itu kepada mereka yang tertarik dengan pasar Jepang diharapkan terlebih dahulu memahami karakteristik pasar jepang.

Dengan besarnya daya beli mereka, Jepang dikenal sangat memperhatikan kualitas dan keamanan produk yang akan mereka beli terutama untuk produk-produk dengan kandungan zat kimia. Dari sisi design, mereka menyukai motif yang berukuran tidak besar dengan perpaduan warna pastel (soft). Sementara itu, beberapa produk juga harus disesuaikan dengan musim yang terdapat di Jepang. Meskipun Jepang memiliki empat musim, namun dalam menjual produknya, Jepang mengenal hingga tujuh musim yaitu Early Spring (Januari-Februari), Spring (Maret-April), Early Summer (Mei-Juni), Mid Summer (Juli-Agustus), Last Summer (September), Autumn (Oktober-November), dan Winter (Desember).

Secara umum, karakteristik pasar Jepang yang mengemuka dalam teleconference dapat dirangkum dalam 5R yaitu Right Time (tepat waktu pengiriman), Right Product (kecocokan dengan Japan’s market taste), Right Volume (jaminan jaminan stok barang), Right Price (harga lebih ditentukan oleh pihak konsumen bukan produsen), dan Right Place (tempat untuk menjual produk apakah di department store atau discount store).