|
Sebagai realisasi kesepakatan RI-Malaysia dalam Pertemuan Konsultasi Tahunan yang diselenggarakan di Putrajaya pada 11 Januari 2008, maka di sela-sela kunjungannya untuk menghadiri KTT ke-6 D-8 di Kuala Lumpur, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi telah meresmikan pembentukan Eminent Persons Group (EPG) di Hilton Hotel.
EPG beranggotakan masing-masing 7 (tujuh) orang dari Indonesia dan Malaysia, bertujuan sebagai forum untuk mengidentifikasi permasalahan, menganalisis dan selanjutnya memberikan masukan serta rekomendasi kepada masing-masing Pemimpin kedua negara. Dengan demikian, diharapkan EPG akan semakin memperkuat forum-forum dialog yang sudah ada antara kedua negara.
Adapun tokoh-tokoh yang menjadi anggota EPG dari Indonesia adalah Try Sutrisno, Ali Alatas, Des Alwi Abu Bakar, Quraish Shihab, Prudentia Maria Purenti Sri Suniarti, Musni Anwar, Wahyuni Bahar Sementara dari Malaysia adalah Musa Hitam, Mohammad Zaidi Zainuddin, Khuu Kay Kim, Halim Ali, Amar Dr Haji Hamid Bugur, Joseph Pailin Kitingan dan Syed Ali Taufik Alatas.
Pada pertemuan pertama anggota EPG disepakati, bahwa EPG akan segera menyusun agenda pertemuan dalam waktu dekat dan secara berkala akan melakukan pertemuan secara bergantian, baik di Indonesia maupun Malaysia. Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral dan peluncuran EPG ini antara lain Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Dubes RI Kuala Lumpur, Da`i Bachtiar, Kepala BKPM M. Luthfi dan Ketua Umum KADIN MS. Hidayat.
Sumbangsih Generasi Muda Selain itu, pada saat kunjungan ke Kuala Lumpur ini, Presiden RI juga telah menerima rekomendasi hasil seminar yang disampaikan oleh perwakilan generasi muda yang dipimpin Hari Primadi, Ketua IATMI Kuala Lumpur. Salah satu rekomendasi yang mendapatkan apresiasi dari Presiden adalah gagasan IATMI membentuk jaringan cendekiawan dan profesional yang akan mewujudkan jaringan sirkulasi profesional Indonesia di luar negeri atau Brain Circulation Network, sebagaimana yang telah dilakukan oleh India dan China.
Seminar bertajuk “Kontribusi Masyarakat Indonesia di Malaysia untuk Mengukuhkan Kebangkitan Bangsa”, diselenggarakan pada 5 Juli 2008 bertempat di Aula Hasanuddin, KBRI. Seminar dimotori oleh IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia-Kuala Lumpur, adalah sebuah organisasi profesi yang beranggotakan geolog dan geofisikawan muda Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan perminyakan internasional seperti Petronas, Murphy Oil, Shell dan RML), beberapa elemen organisasi pemuda dan profesi seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), Ikatan Masyarakat Indonesia pecinta teknologi informasi (My Commit), ekspatriat dan para dosen Indonesia. Bertindak sebagai pembicara dan keynote speaker adalah Menlu RI Dr. N. Hassan Wirajuda, Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Soemantri dan anggota DPR-RI Anwar Arifin (Sumber: KBRI Kuala Lumpur)
|