NEWS FLASH
Peluang Produk Indonesia di India Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Juli 2008
Saturday, 22 August 2009 17:47


Letjen TNI (Purn.) Andi M.
Ghalib, S.H., M.H.
Dubes LBBP-RI untuk
Republik India


Indonesia dan India memiliki hubungan historis-kultural jauh sebelum kemerdekaan kedua negara. Terdapat beberapa persamaan budaya antara kedua negara sebagai akibat dari hubungan dan persinggungan kultural di masa lampau itu. Proyeksi pertumbuhan ekonomi India sebesar 8,9 % pada periode 2007-2008, sedangkan pertumbuhan sektor Industri sebesar 10,7 %, manufaktur 9,1 %, jasa 8,9 %. Pendapatan per kapita US $ 797 dan GDP nya mencapai US $ 15,7 milyar.pada 2007 atau mengalami peningkatan sebesar 185 % dari tahun sebelumnya. Cadangan devisa yang dimiliki sekitar US $ 300 milyar.

Jumlah penduduk India saat ini sebanyak 1,2 milyar jiwa, dimana 300 juta diantaranya adalah kelas menengah dan atas, dengan komposisi usia penduduk dari 21 tahun pada tahun 2000 menjadi 26 tahun pada tahun 2025. Mulai tanggal 1 Juni 2008, India mencanangkan cultural diplomacy dalam kedudukannya sebagai cultural super power. Kemajuan perekonomian India mengakibatkan terjadinya peningkatan pendapatan perkapita, munculnya kelas menengah baru, adanya peningkatan pola konsumsi masyarakat, sehingga orang India dikenal sebagai big spender.

Indonesia memiliki keunggulan di bidang pariwisata karena memiliki kedekatan dan persamaan budaya dengan India. Persamaan dan kedekatan Indonesia-India adalah salah satu factor yang menjadi daya tarik wisatawan India untuk datang ke Indonesia. Indonesia memiliki beberapa selling points, seperti barang kerajinan, candi-candi kuno dan seni tari. Disamping itu Indonesia memiliki tujuan wisata yang beraneka ragam dan dapat menjadi alternatif tujuan wisatawan India. Kita perlu memanfaatkan momentum Visit Indonesia Year 2008.

Apalagi infratruktur wisata Indonesia relatif lebih baik ketimbang India dan didukung oleh Visa on arrival bagi WN India yang ingin berkunjung ke Indonesia. KBRI New Delhi telah mencanangkan program one day service dalam penerbitan visa, dan dalam waktu dekat direncanakan pembukaan jalur penerbangan langsung Garuda dari Medan ke Chennai (pp). Perkembangan hubungan kedua negara juga cukup positif dimana kita memiliki wadah kerjasama, antara lain Strategic Partnership dan Joint Commission pada tingkat kedua Menlu. Kedua negara juga telah menyepakati penyusunan Action Plan dalam rangka mengimplementasikan New Strategic Partnership RI-India.

Belum lama ini Indonesia-India mengadakan Experts’s Joint Study Group dalam rangka penyusunan Comprehensive Economic Cooperation Agreement (CECA) yang diharapkan selesai pada bulan Agustus 2008. Disamping itu kebijakan politik luar negeri India melalui Look East Policy memprioritaskan hubungan dengan negara-negara di Asia.

Banyak potensi yang belum digarap secara maksimal, dimana antara lain kita perlu melakukan diversifikasi produk budaya Indonesia; promosi produk budaya Indonesia dengan gencar; meningkatkan minat kalangan bisnis dan dunia usaha Indonesia untuk melakukan ekspansi pasar ke India; dan untuk itu KBRI New Delhi telah berencana untuk membentuk promotion center. Beberapa hal yang menjadi tantangan kita dalam memasarkan produk budaya Indonesia adalah, berkembangnya perekonomian India yang semakin terbuka; perlunya meningkatkan alertness negara tetangga Indonesia yang telah secara agresif memasuki pasar India; seperti contohnya Malaysia yang memiliki tourism board di India dan sukes menjadikan Malaysia sebagai salah satu tujuan utama wisatawan India. Dan juga kebijakan logic of geography India yang lebih mengutamakan negara-negara yang berbatasan langsung dengannya.

Indonesia perlu mengambil langkah-langkah strategis dan kongkret untuk merebut pasar India dan meningkatkan kepekaan publik terhadap pariwisata melalui upaya sensitizing the public terhadap kenyamanan para pendatang dari luar. Namun demikian sudah ada upaya dari kedua negara untuk melakukan konvergensi kebijakan, antara lain melalui penyelarasan sistem bea cukai dan rencana pembentukan FTA melalui CECA. KBRI New Delhi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki senantiasa berupaya untuk menjadi pendorong promosi produk budaya Indonesia di pasar India.