NEWS FLASH
Indonesia Berpeluang Menjadi Global Single Player Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Juli 2008
Saturday, 22 August 2009 17:52


Frans Magnis Suseno
Sosiolog dan Budayawan


Indonesia dilihat dari letak geografisnya, sangat strategis baik secara politis, sosial dan ekonomi. Dimana jika kondisi politik, sosial, dan ekonomi Indonesia dalam keadaan yang sehat, maka dengan sendirinya negeri ini akan menjadi single global player. Demikian disampaikan oleh Romo Frans Magnis Suseno dalam Focus Group Discusions bertajuk “Peran Indonesia dalam Harmonisasi Peradaban” yang diselenggarakan di Habibie Center pada tanggal 9 Juli 2008.

Kita selalu terpesona dengan perkembangan India dan Cina, dan baru menyadari hal itu padahal sudah lama proses pertumbuhan India dan tentu saja Cina berlangsung hingga mencapai kondisi seperti sekarang ini. Tetapi Indonesia, yang entah bagaimana aturannya, sebenarnya secara alami adalah merupakan imbangan dari kedua negara tersebut di wilayah Asia Pasifik.

Ketika Indonesia menjadi sebuah negara stabil, yang bisa diandalkan seperti sekarang ini, yaitu sebuah negara yang aman, maka secara otomatis suara Indonesia akan lebih terdengar. Walaupun dalam public opinion Indonesia kurang diperhatikan, tetapi sebetulnya negara’negara maju seperti Jepang, Australia, AS dan Jerman, sadar akan posisi Indonesia dan tidak mengabaikan hal itu.

Indonesia dengan sendirinya memiliki peran strategis di kawasan Asia Tenggara. Salah satu hal positif yang saya dapat menarik dari Presiden Suharto, adalah bahwa dia membuat Indonesia menjadi suatu negara yang ditakuti oleh semua tetangga, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang dihormati. Dan itu dilakukan dengan sebuah doktrinisasi yang selalu low profile, karena Indonesia tidak perlu selalu duduk manis not to address Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya dikawasan Asia Tenggara. Karena dengan semakin low profilenya, maka secara otomatis Indonesia menjadi negara yang memimpin ASEAN tanpa perlu formalitas sama sekali.

Salah satu hal yang juga merupakan kekuatan Presiden Suharto adalah, dia menyadari bahwa kawasan Asia Tenggara itu tidak memerlukan pakta keamanan dan segala macamnya, dimana Indonesia sudah membuktikan diri selama 40 tahun menjadi salah satu andalan stabilitas keamanan di Asia Tenggara, dan tanpa interupsi, sampai sekarang.

Hal itu karena berbagai macam gejolak yang kita alami belum mencapai pada tingkat yang mengganggu. Disamping itu, peran Indonesia dikalangan negara-negara Islam cukup signifikan. Hanya saja perlu digaris bawahi bahwa perbedaaan kepentingan Negara-negara Islam cukup mencolok. Negara-negara tersebut memang Islam, tetapi masing-masing negara memiliki agenda kepentingannya sendiri-sendiri, sehingga kemungkinan kultur Islam Indonesia bisa langsung mempengaruhi kultur di Eropa. Tetapi sebetulnya Indonesia sebagai negara demokrasi yang mantap dan damai, dalam skala ekonomis masih jauh dari harapan. Dengan kondisi ekonomi yang seperti ini saja, perhatian dunia terhadap Indonesia cukup besar.

Dalam konteks global masa depan Indonesia cukup bagus, dan akan dilihat esksistensinya sebagai salah satu negara yang penting. Indonesia sekarang ini telah menjadi pusat demokrasi, dimana mayoritas (80-90 %) masyarakatnya sangat demokratis. Mereka yang politis tapi agak Islami misalnya, mereka berada didalam partai-partai Islami, sampai partai yang non Islami, tetapi mereka tetap bersatu dan sudah berjalan sejak era Habibie, Megawati, hingga SBY.

Kesenjangan dalam demokrasi hanya akan berhasil diatasi apabila kesejahteraan dan keadilan diberikan kepada orang-orang kecil, kalau itu tidak berhasil, orang tentunya akan mencari sesuatu yang lain.[]