|
Edisi -
Maret 2008
|
|
Sunday, 23 August 2009 12:49 |
|
Keprihatinan masih menyelimuti KTT Organisasi Konferensi Islam ke – 11 di Dakar karena banyak sekali konfl ik terjadi di komunitas Muslim dunia. Di Irak, Afganistan, Somalia, Sudan dan lain sebagainya, sehingga mereka mempertanyakan bagaimana respon dari negara-negara OKI terhadap banyaknya konfl ik-konfl ik dalam tubuh Islam sendiri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (14/3), menyampaikan pidato pada hari kedua KTT Ke-11 OKI (Organisasi Konferensi Islam. Dalam pidatonya yang disampaikan dengan bahasa Inggris sekitar 10 menit, Presiden antara lain mengingatkan bahwa pasokan 70 persen minyak dunia berasal dari negara-negara Islam. Ini merupakan kekuatan yang bisa digunakan untuk memajukan Islam di dunia. Presiden menyampaikan bahwa kalau dilihat fungsi negara-negara OKI ini sangat luar biasa. ”Oleh sebab itu maka sebetulnya negara-negara OKI itu bisa berbuat lebih banyak daripada apa yang ada saat ini,” kata Presiden.
Presiden SBY juga mengajak negara-negara OKI bersama sama melaksanakan agenda aksi, sebagaimana yang telah diputuskan di dalam agenda pembukaan tersebut. Menurut Presiden, adanya keputusan untuk menyumbang 10 milyar untuk membantu negaranegara OKI yang belum maju, Indonesia menyambut baik dan akan berkontribusi meskipun Indonesia sendiri belum memutuskan berapa yang akan disumbang. Presiden juga mengingatkan negara-negara OKI agar serius menangani perubahan iklim yang terjadi sekarang ini, dan Presiden menjelaskan bahwa Konferensi Perubahan Iklim di Bali sudah menghasilkan Road Map yang harus didukung negara-negara OKI. Saat menyampaikan pidato, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal.[]
|