|
Nana Sutrisna, Utusan Khusus Presiden Untuk Gerakan Non Blok (GNB)
Selama lebih dari 60 tahun berperan aktif di percaturan pergaulan dunia, diplomasi Indonesia sudah cukup banyak berbuat. Bahkan tidak sedikit kiprah kerja diplomasi Indonesia yang bersifat monumental. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang disegani oleh negara-negara lain, dan sangat diharapkan berperan dalam setiap permasalahan dunia. Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non Blok (GNB) dan ASEAN, adalah bukti nyata bahwa diplomasi Indonesia mempunyai gagagasan-gagasan yang cemerlang dan kuat. Kepemimpinan dan diplomasi Indonesia terbukti sangat berpengaruh dalam pergaulan antar negara di dunia.
Lihat saja bagaimana peran aktif diplomasi Indonesia dalam penyelesaian masalah Somalia, Bosnia, Vietnam dan konflikkonflik lainnya. Begitupun dalam persoalan yang menyangkut kepentingan nasional maupun perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Namun sekarang ini, banyak pihak yang menyatakan, bahwa diplomasi Indonesia sudah tidak lagi memiliki kompetensi yang tangguh sebagaimana layaknya pada masa-masa perjuangan dan awal kemerdekaan dulu. Untuk mengetahui sejauh mana peran dan perkembangan diplomasi Indonesia, redaksi Tabloid DIPLOMASI, telah menemui Bpk. Nana Sutrisna , Penasehat Khusus Presiden Urusan Non Blok . Berikut uraian dan pandangan Bapak Nana Sutrisna seputar diplomasi Indonesia, GNB dan ASEAN sebagaimana disampaikan kepada Khariri dari DIPLOMASI.
Gerakan Non Blok Masih Tetap Eksis GNB bukanlah sebuah organisasi yang bersifat tetap, tetapi lebih merupkan sebuah forum, dimana negara-negara berkembang berkumpul untuk membahas masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama. GNB dibentuk pada tahun 1961 di Bandung, saat berlangsungnya Konferensi Asia- Afrika. GNB praktis merupakan penerus cita-cita perjuangan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, karena Dasa Sila Bandung merupakan nyawa dan arah perjuangan GNB. Hingga sekarang ini proses diplomasi Indonesia tetap berjalan terus, dan cukup banyak hasil-hasil yang diperoleh.
Jika berbicara tentang Konferensi Asia-Afrika pada 1955, kemudian GNB tahun 1961, itu memang merupakan suatu event yang monumental sifatnya. Karena konferensi tersebut memberikan landasan pada perjuangan-perjuangan bangsa Asia dan Afrika lebih lanjut. Konferensi Asia-Afrika sudah melahirkan banyak negara yang Mengenai aktifitas GNB saat ini, sangat disayangkan sekali, kelihatannya memang agak melempem, terutama pada era kepemimpinan Kuba sekarang ini. Apa yang dikhawatirkan para pengamat mengenai fakumnya kegiatan GNB dibawah kepemimpinan Kuba ternyata terbukti.Hal ini disebabkan oleh faktor permusuhan Kuba dengan Amerika Serikat. Susah juga organisasi sebesar GNB ditentukan oleh negara seperti Kuba, karena harus diketahui bahwa semua sepak terjang GNB ini banyak ditentukan oleh kreatifitas ketua, jadi kalau ketuanya tidak berinisiatif, ya tidak ada pertemuan atau kegiatan. Dulu waktu Indonesia menjadi ketua GNB, cukup banyak yang kita lakukan dan kita hasilkan, seperti penyelesaian masalah Bosnia, Somalia, semua konflik kita selesaikan, kita sangat pro aktif sekali.
Bahkan eksistensi GNB diterima oleh Amerika Serikat. Kebetulan waktu merdeka, sehingga emansipasi antara negara-negara di dunia tercapai. Kemudian GNB didirikan , dalam pelaksanaannya, baik pada masa-masa awal didirikannya dan pada masa-masa setelahnya, diplomasi Indonesia juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan. Kegiatan tersebut bukan saja menyangkut kepentingan nasional, tapi juga untuk kepentingan Indonesia di lingkungan global. Jadi keberhasilan sebuah diplomasi itu harus dilihat pada tahap keadaan perkembangannya, ya itu dukungan dari dalam negeri terhadap pribadi Presiden Soeharto luar biasa, dan saya sebagai pelaksana menjadi lebih gampang melaksanakan kebijakan-kebijakan Presiden sebagai ketua GNB. Melihat perkembangan konstelasi politik sekarang ini, power GNB saya kira masih akan sangat berpengaruh, tetapi harus ada political will dari pimpinan nasional kita, dan kemudian pada gilirannya nanti harus bisa meyakinkan kepemimpinan GNB.
Tujuan GNB itu positif sekali, karena itu saya selalu tidak pernah mau menerima begitu saja pendapat orang yang menyatakan bahwa eksistensi GNB karena adanya persaingan atau pertikaian antara dua super power. Tidak ada kaitan antara menurunnya aktivitas GNB dengan berakhirnya perang dingin antara Rusia dan Amerika Serikat. GNB itu sebetulnya terjemahan dari politik bebas aktif Indonesia, dimana jika menurut penilaian kita baik, kita akan mendukung, apakah itu terhadap Rusia ataupun terhadap Amerika Serikat. Terbentuknya ASEAN Cerminan Dari Keberhasilan Diplomasi Indonesia Pembentukan ASEAN tidak terlepas dari keberhasilan diplomasi Indonesia. Pada waktu itu, negara-negara di Asia Tenggara selalu diliputi pertentangaan antara negara-negara itu sendiri. Negara-negara besar, kemudian juga berusaha mempengaruhi dengan melakukan campur-tangan, sehingga terbentuklah SEATO dan MAPILINDO dikawasan Asia Tenggara.
Situasi Indonesia kebetulan pada saat itu sedang dalam masa runtuhnya Orde Lama dan menuju tegaknya Orde Baru. Kondisi tersebut merupakan suatu momentum yang dimanfaatkan dengan baik, oleh pimpinan nasional waktu itu, untuk menata kepentingan nasional. Penataan yang dilakukan saat itu, selain menata kedalam juga menata hubungan ke luar, karena itulah ASEAN dibentuk. Dengan latar belakang negaranegara Asia Tenggara yang selalu diliputi konflik antar mereka, dan juga karena adanya intervensi dari luar, Indonesia keluar dengan gagasan ASEAN, itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi karena Indonesia membawa juga cita-cita yang selalu dipegang dalam melaksanakan politik luar negerinya, yaitu bebas dan aktif, ke ASEAN.
Jadi Indonesia juga mengembangkan diplomasi politik luar negerinya yang bebas dan aktif melalui ASEAN. Kalau di GNB, hal itu sudah berjalan dengan sendirinya , karena GNB merupakan forum bagi negara-negara seperti Indonesia, untuk melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif. Kalau kita melihat mukadimah ASEAN, tampak ciri yang dikembangkan oleh Indonesia yang kemudian dibawa ke ASEAN. Seperti misalnya disebutkan, bahwa pangkalan-pangkalan asing yang ada di negara-negara ASEAN, tidak boleh digunakan dalam kerangka policy negara besar yang bersangkutan, karena hal itu akan memecah-belah ASEAN. Jadi itu merupakan semangat jiwa bebas aktif Indonesia yang diperjuangkan di ASEAN. Jika dilihat perkembangannya sampai sekarang, ternyata akhirnya semua negara bisa mengikuti alur fikiran Indonesia yang dikembangkan sejak awal, yaitu tidak bergantung pada kekuatan-kekutan luar atau berdikari, walaupun secara kekuatan ekonomi, hal itu tidak gampang diwujudkan. Pendekatan Diplomasi Jangan Diabaikan Kembali kepada hasil-hasil diplomasi, saya kira yang harus selalu ditonjolkan adalah perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Upaya meraih kemerdekaan yang kita lakukan itu, sebagian besar ditentukan juga oleh keberhasilan kita dalam berdiplomasi.
Jadi kalau ada yang mengatakan, bahwa Serangan Umum 11 Maret di Yogyakarta, yang menyebabkan Indonesia bangkit dari cengkeraman penjajahan Belanda yang mau kembali, itu tidak seluruhnya benar. Karena yang sangat menentukan itu adalah perjuangan delegasi diplomat-diplomat Indonesia di PBB, khususnya di Dewan Keamanan. Di situ kita berhasil menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia masih eksis dan menjalankan pemerintahan seperti biasa meskipun waktu itu Yogyakarta sudah diserbu oleh Belanda. Jadi itu merupakan keberhasilan-keberhasilan yang monumental dari segi diplomasi. Hal lainnya yang kadang-kadang dilupakan juga, adalah mengenai keberhasilan dalam memperjuangkan wilayah NKRI. Keberhasilan diplomasi kita memperjuangkan hukum laut, telah menjadikan Wawasan Nusantara bisa diterima oleh dunia internasional. Dengan keberhasilan diplomasi itu , wilayah NKRI bertambah luas beberapa kali dari sebelumnya, karena seluruh lautan yang berada diantara pulau-pulau Indonesia menjadi wilayah milik Indonesia. Ini terkadang juga tidak disadari sebagai keberhasilan diplomasi Indonesia di dunia internasional, padahal gagasan Wawasan Nusantara itu sudah dideklarasikan oleh PM Juanda, tapi baru akhir-akhir ini saja keberhasilan itu bisa dicapai.[]
|