NEWS FLASH
Blok Ambalat Merupakan Salah Satu Blok Konsesi Minyak Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Oktober 2009
Friday, 23 October 2009 09:59

Ketika memberitakan Blok Ambalat, tampaknya media media Indonesia banyak yang terkena provokasi didalam. Padahal kalau kita melihat Laut Sulawesi dalam ilmu Toponimi atau penamaan laut, yang namanya perairan Ambalat itu tidak ada, yang ada hanya Laut Sulawesi. Dalam peta Angkatan Laut, namanya juga sama yaitu Laut Sulawesi atau Celebes Sea.
Secara seismik dasar Laut Sulawesi itu banyak mengandung migas, dan karena itu para engineering eksplorasi yang bertugas disitu membaginya dalam bentuk kotak-kotak atau blok-blok yang kemudian mereka namakan dengan Ambalat, Bukat, Nordik, Sembawang, Japek dan sebagainya. Blok-blok konsesi minyak tersebut terdapat di dasar laut atau pulau dengan kedalaman 2.500 meter dibawah laut.
Blok Ambalat itu sendiri letaknya sangat jauh dari pantai, yaitu sekitar 80 mil laut, dimana kita sama-sama memiliki klaim atas wilayah tersebut. Indonesia memiliki batas wilayah klaimnya sendiri, dan Malaysia juga memiliki batas wilayah klaimnya sendiri. Ditengah-tengah dua batas wilayah klaim antara Indonesia dan Malaysia itulah yang sering dikatakan terjadi saling klaim antara Indonesia dan Malaysia, atau dipersepsikan terjadinya pelanggaran batas wilayah, dimana sebenarnya tidak pernah ada kapal Malaysia yang melintas batas wilayah Indonesia, karena jaraknya 80 mil laut dan itu hanya buang-buang uang. Karena kapal perang Malaysia yang mengawasi perbatasan itu berasal dari Pangkalan Lumut di Selat Malaka, dan akses kesana itu tidak ada atau sangat kecil. Permasalahan ini menjadi sensitif karena perusahaan-perusahaan minyak yang akan melakukan eksplorasi di kedalaman 2.500 meter seperti itu, paling tidak membutuhkan tenaga kerja sedikitnya sekitar 30.000 orang.[]

Last Updated on Saturday, 24 October 2009 05:33