NEWS FLASH
Kekuatan Batik Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Oktober 2009
Friday, 23 October 2009 10:05

Yovy Widianto
Vokalis Band Yovie and Nuno

Sebagai bentuk apresiasi dari diakuinya batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, saya berharap semoga dengan apa yang telah dilakukan oleh segenap masyarakat Indonesia, walaupun baru satu hari kita semua bersama-sama menggunakan batik, tetapi itu bisa menjadi inspirasi untuk hal-hal yang lain selain batik.

Selain batik juga banyak sekali kekayaan budaya Indonesia yang memang juga harus dengan teliti dipelajari dengan seksama. Apabila telah terindikasi secara faktual bahwa itu memang kepunyaan Indonesia, maka tidak ada halangan buat kita untuk membuat literasi bahwa itu adalah hak kekayaan budaya Indonesia.

Batik, selain tehnik pembuatannya, kita juga bisa membuat hak ciptanya secara bagian-perbagian. Artinya ada juga karya-karya yang merupakan bagian dari corak batik yang sudah dikenal sebagai budaya milik Indonesia seperti misalnya batik Parang Nusa dan lain sebagainya. Sebab itu akan menjadi kekuatan argument tersendiri apabila misalnya batik itu diklaim oleh Negara lain.

Sebab ada pengakuan dari negara tetangga yang mengatakan sedang mempelajari dan akan menanyakan kepada UNESCO kenapa badan dunia tersebut lebih mengakui proses pembuatan batik dengan menggunakan canting. Jadi ini menunjukkan bahwa masih ada hal-hal lain yang dapat kita perkuat mulai dari sekarang, apakah itu dari motifnya, jenis-jenis bahannya dan lain sebagainya, itu harus kita buat lebih detil lagi.

Dengan kecintaan anak muda Indonesia yang luar biasa terhadap batik, saya rasa itu menjadi semacam inspirasi, bahwa ternyata memang kalau kita beri spirit atau semangat, masyarakat kita bisa sangat mencintai batik atau apapun, asalkan itu produk budaya asli Indonesia.

Untuk pembenahannya, pemerintah seharusnya sudah mulai bergerak, baik itu ke industri batik yang bersifat perorangan (home industry) ataupun industri kolektif, dan juga industri batik yang konvensional ataupun inkonvensional. Ini sebenarnya bisa menjadi kekayaan tersendiri buat kita, oleh sebab itu ketika industri yang bersifat perorangan itu mampu membuat karya-karya yang subjektif, artinya sebuah karya yang khas dengan originalitas yang luar biasa, maka memang sebaiknya didaftarkan hak ciptanya.

Dan juga akan menjadi sesuatu yang luar biasa kalau misalnya ada terobosan inovasi yang menarik. Saya punya keyakinan kalau misalnya kita mengenakan jas, terkadang tidak semua orang Indonesia kalau mengenakan jas itu kelihatan luwes, walaupun memang terlihat berkelas, tetapi tidak luwes. Tetapi kalau mengenakan batik, orang akan terlihat berkelas, ada membuminya disitu, kesederhanaan dan kepribadian yang menonjol, jadi melengkapi semuanya, di satu sisi dia elegan dan di sisi lainnya dia membumi dengan kesederhanaannya.

Itulah kelebihan batik dibandingkan dengan busana lainnya dan jas sekalipun, dan itu harus kita pertahankan. Apalagi jika dibandingkan dengan batik dari negara lain, ternyata batik Indonesia itu menang motif. Memang ada orang yang mengatakan bahwa yang mendisain batik Indonesia yang pertama itu adalah orang-orang China, tetapi kalau kita melihat sejarah budaya dengan cerita dan tahun-tahun yang terjadi pada abad-abad sebelum ini, awal-awalnya itu memang kelihatan sekali corak desain Chinanya, dan itu bisa kita temui seperti di Semarang dan di daerah-daerah utara.

Di daerah perkotaan terkadang masih kita jumpai ada orang yang membuat batik, tetapi batiknya berbeda dengan batik orang-orang yang ada di Yogya, Solo ataupun Pekalongan. Jadi saya yakin bahwa motif-motif itu akan menjadi kekuatan kita dan dengan begitu kita bisa katakan bahwa batik ini adalah yang teralkulturisasi dengan China dan ini adalah batik kita yang original.

Batik itu dicintai oleh segenap lapisan masyarakat, dan saya yakin batik akan memiliki tempat tersendiri dihati masyarakat Indonesia. Rasa kecintaan itu akan tumbuh dengan sendirinya, mungkin awal-awalnya memang harus didorong, tetapi saya optimis bahwa batik akan dicintai dengan sepenuh hati. Jadi tanpa kegiatan apapun, batik akan tetap menjadi sesuatu yang dicintai oleh segenap bangsa Indonesia.[]

Last Updated on Saturday, 24 October 2009 05:34