Print E-mail
Edisi - Januari 2010
Monday, 01 February 2010 01:47

ASEAN COMMUNITY 2015

Menuju ASEAN Baru yang Integratif dan Berwawasan Kedepan


Dirjen Kerjasama ASEAN
Djauhari Oratmangun
Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Dalam hal ini kerjasama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia, karena merupakan lingkaran konsentris terdekat di kawasan dan menjadi pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Dalam kurun waktu 42 tahun sejak terbentuknya ASEAN, telah banyak capaiancapaian yang diraih dan sumbangsih yang diberikan ASEAN bagi negara-negara anggotanya. Salah satunya yang terpenting, adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan, sehingga pembangunan Indonesia dapat terus dilaksanakan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN juga terus mengalami peningkatan. Disamping itu, rasa saling percaya diantara negara-negara anggota ASEAN dan juga antara ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN, terus tumbuh. ASEAN telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan positif yang signifikan, dimana kerjasama ASEAN sekarang ini tengah menuju pada tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan kedepan melalui pembentukan dengan akan dibentuknya ASEAN Community pada tahun 2015. Yaitu sebuah komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh hubungan kemitraan yang dinamis dan masyarakat yang saling peduli. Komunitas ASEAN ini dibentuk untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari sepenuhnya keperluan untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal, meningkatkan solidaritas, kohesivitas dan efektifitas kerjasama. ASEAN sudah tidak lagi hanya terfokus pada kerjasama ekonomi, namun juga harus didukung dengan kerjasama lainnya di bidang politik keamanan dan sosial budaya. Untuk itulah maka pembentukan Komunitas ASEAN 2015 dilandasi oleh tiga pilar, yaitu ASEAN Political Security Community, ASEAN Economic Community, dan ASEAN SocioCultural Community. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh ASEAN seiring dengan perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan bidang-bidang lainnya yang terjadi di luar kawasan. Karena itu ASEAN menyadari pentingnya upaya untuk lebih melibatkan masyarakat sehingga tumbuh ‘rasa memiliki kekitaan’ (we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat menjalin meningkatkan kerjasama sehingga yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai dengan menjadi organisasi yang bertumpu dan menjadi milik seluruh masyarakat ASEAN atau people-centered organization.
Ini merupakan tantangan yang membutuhkan tanggapan yang tepat dan cepat, tetapi yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan. Dalam hal ini kita masih memiliki waktu lima tahun untuk menyosong terbentuknya ASEAN Community 2015. Untuk itu Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Departemen Luar Negeri, sebagai koordinator nasional, berkewajiban untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai perkembangan kerjasama ASEAN ini kepada seluruh jajaran pemerintah termasuk pemerintah daerah, stakeholders dan seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi kepada jajaran pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dimaksudkan adalah dalam upaya untuk menyesuaikan penyesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah agar kedepannya selaras dengan visi dan misi terbentuknya ASEAN Community. Sementara sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan segenap masyarakat, adalah dalam upaya memberikan gambaran yang menyeluruh dan pemahaman yang cukup mengenai ASEAN, sehingga dengan demikian dapat menggugah we feeling masyarakat terhadap ASEAN. Karena bagaimanapun, kepedulian dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat merupakan kunci utama bagi keberhasilan kerjasama ASEAN dan terwujudnya ASEAN Community. Sosialisasi yang telah dan sedang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Deplu, diantaranya adalah dalam bentuk penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, Festival ASEAN, lomba penulisan cerpen tentang ASEAN, Lomba Simulasi Sidang ASEAN, Duta Muda ASEAN, dan kegiatankegiatan lainnya yang dapat membantu didalam memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat.
Untuk sosialisasi hal-hal yang bersifat rinci detil dan teknis, perlu didukung itu dilakukan oleh kementerian terkait, misalnya Untuk halhal detil dan teknis Menko Polhukam untuk Terkait dengan pilar ASEAN Political Security Community, itu berada dibawah kordinasi Menko Polkam, itu berada dibawah kordinasi Menko Perekonomian untuk pilar ASEAN Economic Community, dan berada dibawah kordinasi Menko Kesra untuk pilar ASEAN Socio-Cultural Community. Seluruh langkah sosialisasi ini tentunya telah tertuang didalam plan of action, karenanya kita tidak berpikir untuk menunda pelaksanaan ASEAN Community pada tahun 2015. Kesiapan kita dalam hal ini akan sangat tergantung dari bagaimana cara kita mempersiapkan diri. Jadi kalau dilihat bahwa negara-negara ASEAN akan memanfaatkan Indonesia sebagai pasar, maka sebaliknya kita juga bisa melakukan hal tersebut di negara-negara ASEAN lainnya. Sebagai negara terbesar di ASEAN, baik dari segi wilayah maupun jumlah penduduknya, Indonesia tentunya memainkan peran utama dalam terbentuknya ASEAN Community. Oleh karena itu kita harus mampu mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari terbentuknya ASEAN Community bagi kepentingan nasional kita, khususnya bagi terciptanya stabilitas, rasa aman dan kesejahteraan masyarakat. Memang merupakan suatu hal yang tidak mudah bagi kita untuk bisa meyakinkan para stakeholder dan pengusaha kita yang selama ini tidak menjadikan ASEAN sebagai pasar atau sasaran investasi yang penting. Namun hal ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penguatan bidang industri kreatif dan UKM yang menjadi unggulan kita dan terbukti tangguh di dalam menghadapi krisis ekonomi global.