|
|
| Edisi - Maret 2010 |
| Friday, 26 March 2010 19:21 |
Impor Italia dari Indonesia Diperkirakan Meningkat 4,8% dan 5,2%SETELAH mengalami penurunan akibat krisis ekonomi, impor Italia dari Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 4,8 % dan 5,2 % pada tahun 2010 dan 2011. Produk-produk impor Italia dari Indonesia, diantaranya mencakup foodstuff and beverages, furniture, electronic household appliances, chemical, motor vehicles and motor bikes, electronic, metal products, intermediate medicals, other consumer products. Hal ini disampaikan Lembaga Perdagangan Luar Negeri Italia dan Masyarakat Bisnis Italia dalam laporan awal tahun mengenai evaluasi perdagangan Italia per sektor tahun 2009 dan prediksi perdagangan tahun 2010 dan 2011. Perdagangan RI-Italia tahun 2009 masih mencatatkan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1.179.446.000.00, meskipun secara agregat turun 28,5% dari total perdagangan bulan September 2008 yang berjumlah USD 2.702.049.000.00. Total nilai perdagangan kedua negara sampai dengan September 2009 sebesar USD 2.102.641.000.00. Tercatat pertumbuhan positif produk ekspor non-migas Indonesia ke Italia yang mencakup alat-alat elektronik, metal dan produk metal, tekstil dan produk tekstil, kakao, perhiasan, alas kaki serta produk kimia. Indonesia juga tercatat sebagai pemasok batubara terbesar ke Italia, yaitu sekitar 34% dari total impornya. Tahun 2009 merupakan tahun yang paling buruk bagi perekonomian Italia sejak tahun 2000. Krisis keuangan global telah menyebabkan perekonomian negara ini terkontraksi sekitar 5%, serta secara tajam menurunkan pula pasokan dan permintaan akan barang dan jasa. Secara umum, ekspor Italia pada tahun 2009 menurun sebesar 18 % dibandingkan tahun 2008. Impor Italia dari Indonesia tahun 2009 menurun sebesar 16 % dibanding tahun sebelumnya. Penurunan impor Italia yang tertinggi dari Asia pada tahun 2009 adalah dari Taiwan (-24,4 %), disusul Malaysia (-21,2 %), dan Singapura serta Thailand (masing-masing -19,3 %). Italia telah kehilangan market shares dari 4,7 % (2008) menjadi 4,5 % (2009). Kondisi tersebut lebih buruk dibandingkan dengan Perancis dan Jerman yang hanya kehilangan market shares sebesar 0,5 %. Untuk menyelamatkan perekonomian, Pemerintah Italia telah memberikan dukungan dan insentif kepada perusahaan-perusahaan Italia untuk keluar dari terjangan krisis keuangan global. Ekspor Italia pada tahun 2010 diprediksi masih akan mengalami pertumbuhan yang lamban. Pada tahun 2011-2012, ekspor Italia diprediksi akan meningkat sebesar 3 % per tahun. Walaupun berkecenderungan positif, namun masih lebih rendah dibandingkan peningkatan pertumbuhan ekspor dunia yang diperkirakan 6 % per tahun. Perusahaan-perusahaan Italia diprediksikan tidak dapat mencapai pertumbuhan lebih tinggi karena mereka masih memusatkan perhatiannya pada sektor-sektor tradisional, khususnya made in Italy products. Untuk tahun 2010, prediksi peningkatan perdagangan tertinggi dengan negara-negara di Asia adalah China (15%), India (9,9%), Korea Selatan (8,6%), Malaysia (7,3%), Singapura (6%) dan Thailand (5,6 %). (Sumber: KBRI Roma) |
| Last Updated on Saturday, 27 March 2010 08:08 |



