|
|
| Edisi - Mei 2010 |
| Sunday, 23 May 2010 13:31 |
ASEAN Menegaskan Tekaduntuk Meningkatkan Stabilitas Keuangan RegionalPara Pemimpin Negara / Pemerintahan ASEAN, yang bertemu di Hanoi, Vietnam pada tanggal 8-9 April 2010 dalam pelaksanaan KTT ASEAN ke-16, telah membahas situasi ekonomi global. Para Pemimpin ASEAN merasa senang karena situasi global telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari krisis keuangan dan ekonomi global, meskipun pemulihan ini diperkirakan akan berjalan lambat. Namun demikian, para Pemimpin ASEAN percaya bahwa dinamika yang melekat di ASEAN akan membantu pemulihan kawasan untuk mempertahankan dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Para Pemimpin ASEAN bertekad untuk mempertahankan pemulihan pasca krisis keuangan global dan penurunan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, para Pemimpin kembali menegaskan komitmen terhadap integrasi regional dengan membangun Komunitas ASEAN, dan menegaskan kembali kesediaan dan kesiapan untuk berpartisipasi dalam upaya terkoordinasi menuju pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan. Stabilitas Keuangan ASEAN dan Pemulihan Berkelanjutan ASEAN akan bekerjasama dalam upaya pemulihan kesehatan sistem keuangan dan menerapkan kebijakan makro-ekonomi yang mendukung. ASEAN juga akan memperkuat pengawasan regional dan kapasitas pemantauan ekonomi untuk mendeteksi secara dini resiko dan kerentanan finansial secara makro.
ASEAN menegaskan tekad untuk meningkatkan stabilitas keuangan regional melalui inisiatif kawasan seperti Chiang-Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) dan Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Credit Guarantee Investment Facility (CGIF), dan peningkatan berkelanjutan ASEAN Surveillance Office. ASEAN mengulangi kembali pernyataan kesediaan untuk pencapaian arsitektur keuangan internasional yang lebih seimbang, melalui partisipasi di dalam reformasi regulasi finansial, kerangka kerja yang prudential, dan Institusi-institusi Finansial Internasional. ASEAN akan mempertahankan dukungan moneter dan fiskal sambil mempersiapkan kebijakan ekspansi yang dapat melepaskan gulungan krisis secara baik hingga pemulihan ini bisa dijadikan pijakan. ASEAN mencatat bahwa kondisi pasar dan prospek ekonomi telah membaik, untuk itu perlu dipertimbangkan kembali dukungan kebijakan moneter dan fiskal untuk pemulihan yang berkelanjutan dan perlanjutan arus kredit swasta di dalam perekonomian ASEAN. ASEAN menegaskan kebutuhan untuk mulai bekerja pada mekanisme pengembalian stimulus fiskal dan moneter, dan kemudian menghapuskan setahap demi setahap akomodasi kebijakan ini. ASEAN meyakini bahwa pada waktu yang tepat ASEAN akan mampu melaksanakan secara efektif untuk memastikan perbaikan dan pengembangan yang berkelanjutan. ASEAN juga menyambut dengan baik Informal East Asia Summit (EAS) yang merupakan forum pertemuan para Menteri Keuangan yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2010 di Tashkent, Uzbekistan. Meningkatkan Integrasi Ekonomi ASEAN ASEAN kembali menegaskan tekadnya untuk mewujudkan ASEAN Economic Community (AEC), yang akan menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi pada tahun 2015. AEC Council Ministers dan seluruh pejabat terkait, semuanya bertugas untuk memastikan bahwa AEC Blueprint dan jadwal strategis yang terkandung di dalamnya dapat dilaksanakan dengan tepat waktu. ASEAN juga akan meningkatkan kerjasama dan dialog dengan Mitra Dialog ASEAN, khususnya dalam melaksanakan secara penuh kesepakatan yang telah ditandatangani dan mengatasi berbagai tantangan, baik regional maupun global. ASEAN akan terus menolak proteksionisme, dan menegaskan kembali komitmennya untuk menahan diri dengan tidak meningkatkan hambatan baru dalam perdagangan dan investasi serta tetap menjaga pasar ASEAN untuk tetap terbuka. ASEAN tetap komitmen terhadap WTO Doha Development Agenda dan berharap adanya kongklusi demi suksesnya Putaran Doha. ASEAN menyambut dengan baik Pernyataan para Pemimpin G-20 di Pittsburgh Summit pada bulan September 2009 dan Deklarasi para pemimpin APEC di Singapura pada bulan November 2009, khususnya tentang pentingnya sebuah kongklusi yang ambisius dan seimbang pada Doha Development Agenda, penolakan secara kontinu terhadap proteksionisme, dan pendistribusian paket stimulus global untuk mendukung pemulihan ekonomi global. ASEAN meyakini bahwa hal tersebut dapat memberikan kontribusi bagi G-20 melalui partisipasi yang kontinu Ketua ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN di pertemuan-pertemuan G-20 kedepan. |



