NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - April 2010
Wednesday, 14 April 2010 17:39

Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-B

Sebagai Pasukan Perdamaian di Lebanon Selatan


Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan, Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL berkekuatan 850 personel, terdiri dari 541 personil TNI AD, 242 personil TNI AL dan 63 personil TNI AU, 1 personil dari Kementerian Pertahanan RI dan 3 personil dari Kementerian Luar Negeri RI. Sebagai Satuan Tugas yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Dunia, Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL berada dibawah kendali Komando UNIFIL Sektor Timur yang bermarkas di Marjayoun, Lebanon Selatan, sedangkan Markas Besar UNIFIL sendiri berada di Naqoura.

Sesuai dengan resolusi PBB 1701 tanggal 17 Agustus 2006, tugas dan tanggung jawab Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL sebagai bagian dari tugas UNIFIL adalah membantu Lebanese Armed Forces (LAF) dalam upaya mengamankan wilayah operasi UNIFIL dari keberadaan senjata-senjata illegal, kelompok bersenjata, menjaga integritas blue line, melaksanakan kegiatan sosial dan memberi bantuan kemanusiaan serta melindungi kegiatan masyarakat setempat dalam rangka mendukung tugas Komando Sektor Timur.Guna mendukung pelaksanaan tugas pokok, Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL dilengkapi dengan kendaraan tempur yang terdiri dari 38 unit VAB APC, 12 unit BTR 80A APC, 2 unit VAB Command Post, 6 unit VAB Ambulance, 6 unit VBL Panhard dan 7 unit VAB APC sebagai National Support Element (kekuatan cadangan), serta dilengkapi dengan persenjataan Morri 60 mm Commando dan Morse 81 mm.

Tugas yang dilakukan adalah patroli siang dan malam yang dilakukan sebanyak 50 kali setiap harinya, baik menggunakan kendaraan tempur maupun kombinasi jalan kaki dengan mengerahkan 300 personil. Agar pelaksanaan kegiatan patroli ini tidak mengurangi kesejahteraan prajurit, maka pelaksanaannya di lapangan dibagi menjadi tiga kekuatan, 1/3 melak-sanakan tugas, 1/3 standby dan 1/3 lainnya istirahat. Kegiatan ini dilakukan sepanjang tahun diluar kegiatan latihan bersama antar kontingen negara maupun kegiatan protokoler.

Bentuk-bentuk patroli yang dilakukan antara lain static point, observation post, observation tower, patroli gabungan, counter rocket launching operation (CRLO), patroli area operasi, patroli blue line, area domination patrol, dan patroli udara. Static point adalah patroli untuk memantau atau memonitor daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh rute patroli area operasi, dimana kehadiran pasukan UNIFIL sangat diperlukan di daerah ini. Observation Post adalah untuk memonitor wilayah yang tidak terjangkau oleh rute patroli area operasi dan static point selama 24 jam. Hal ini dilakukan karena tingkat kerawanan di wilayah tersebut masih tinggi sehingga kehadiran pasukan UNIFIL sangat diperlukan setiap saat.

Observation Tower adalah untuk mengontrol keamanan kedudukan pasukan yang berada di dalam compound dari berbagai macam kemungkinan ancaman. Patroli Gabungan adalah operasi gabungan bersama dengan Lebanese Armed Forces (LAF), dimana pola operasi yang dilaksanakan berdasarkan pada perkembangan situasi yang terjadi di dalam wilayah operasi, bentuknya bisa berupa joint vehicle patrol, joint foot patrol, CRLO, combine/random check point dan co-located check point.

CRLO adalah patroli kendaraan gabungan bersama 1 tim LAF yang dilaksanakan di wilayah Indobatt dimana kemungkinan wilayah tertentu akan digunakan sebagai tempat peluncuran roket dari pihak Arm Element/pok Hezbolah ke wilayah Israel, jadwal patroli ini bersifat random dan dikendalikan langsung oleh Sektor Timur. Sementara Patroli Area Operasi dilaksanakan oleh seluruh kompi mekanis untuk mengawasi wilayah operasi dengan rute yang telah ditentukan oleh Sektor Timur.

Patroli Blue Line adalah me-ngontrol batas wilayah negara antara Lebanon Selatan dengan Israel dari pelanggaran batas wilayah darat dan memonitor segala bentuk kegiatan provokasi oleh sekelompok masyarakat yang dapat menimbulkan perselisihan antara pihak-pihak yang bertikai. Patroli ini dilaksanakan dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan tempur (ranpur).

Area Domination Patrol adalah patroli kendaraan yang dilaksanakan dengan menggunakan rute CRLO namun tanpa melibatkan LAF. Ini berbeda dengan patroli-patroli lainnya karena dalam patroli ini ada tugas-tugas khusus yang tidak perlu diketahui oleh LAF, sifatnya hanya untuk internal pasukan UNIFIL. Jadwal patroli inipun langsung dikendalikan oleh Sektor Timur secara tertutup dan dikeluarkan hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan.

Patroli Udara dilakukan setiap bulan untuk memantau wilayah operasi Indobatt (batalion Indonesia) dari udara, sehingga perubahan kontur medan dan bangunan dapat diketahui secara detil, disamping juga merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan untuk melengkapi data yang tidak dapat dipantau dari daratan.
Sementara itu bentuk latihan dan operasi bersama yang dilakukan oleh Indobatt dengan kontingen negara lain, diantaranya adalah East Gate Exercise, yaitu tanggung jawab untuk menyelamatkan, mengawal dan mengamankan staf sipil UN apabila mereka mendapatkan ancaman keamanan didalam wilayah operasi UNIFIL saat terjadi konflik terbuka antara pihak-pihak yang sedang bertikai.

Selanjutnya adalah East Beacon Exercise, yaitu melatih kemampuan pasukan UNIFIL didalam mengatasi suatu insiden yang terjadi di suatu wilayah tanggung jawabnya yang dilakukan secara cepat dan tepat berdasarkan Standarized Tactical Incident Reaction (STIR) yang telah ditetapkan oleh UNIFIL.

Di lingkungan UNIFIL ada 2 team OGL (Observer Group in Lebanon) yang berdislokasi di Sec East HQ dan Sec West HQ dan bertugas memberikan laporan tentang segala bentuk aktifitas atau kegiatan, baik pelaksanaan patroli maupun pergaulan dengan masyarakat Lebanon Selatan yang dilakukan oleh pasukan UNIFIL di AOR nya, termasuk mengamati aktifitas Arm Element agar tidak merugikan kedua belah pihak. Keberadaan OGL ini dimanfaatkan oleh Indobatt untuk melakukan latihan evakuasi personil, yaitu dengan melakukan penyelamatan dan memberikan bantuan keamanan terhadap personil OGL yang mendapatkan ancaman dan penyerangan dari pihak yang sedang bertikai, yaitu mengevakuasi mereka dari pos OGL ke pos UNIFIL terdekat. Sebelumnya dislokasi Team OGL memang berada di wilayah tanggung jawab Indobatt dan berhadapan langsung dengan pos IDF.

Untuk menguji kesiap-siagaan pasukan didalam menghadapi situasi yang memburuk maka dilakukan Alert Status Exercise. Dengan meningkatnya alert status menjadi hitam, yang diawali dari tahap Hitam 1 (semua personil masuk kedalam shelter), Hitam 2 (senjata bantuan dan ranpur berada di posisi stelling), dan Hitam 3 (seluruh personil, ranpur, senjata bantuan, dan seluruh alutsista lainnya berada pada posisi stelling mengelilingi compound). Pada saat situasi alert status Hitam 3 berlarut, maka pasukan UNIFIL melaksanakan evakuasi keluar wilayah operasi.

Sedangkan untuk menguji kemampuan pasukan dalam melaksanakan rencana kontijensi menutup area tertentu guna memonitor masyarakat yang keluar-masuk wilayah operasi Indobatt pada saat terjadi kerusuhan di dalam wilayah operasi UNIFIL, dilakukan Seal Contigency Plan Exercise. Latihan ini juga untuk menguji kemampuan berkoordinasi antar kontingen di tingkat Perwira Staf UNIFIL.

Bentuk latihan untuk menguji kemampuan teknik komunikasi di tingkat para Komandan Satuan dengan Komandan Sektor dan antara para Perwira Staf Operasi dan perhubungan tingkat Batalion maupun tingkat Sektor dalam hal taktis dan administrasi, adalah Command Information System Exercise.

Command Post Mobile Exercise adalah bentuk latihan untuk menguji kemampuan pasukan pengawal taktis Dansatgas, yaitu dengan mendirikan Pos Komando Taktis berikut gelar alat komunikasi dan melaksanakan pengamanan di lapangan pada saat Komandan Satgas mengendalikan operasi di garis depan. Dalam hal ini prajurit Indobatt mampu mendirikan Mobile Command Post dalam waktu 2 menit 10 detik.

Triangle Operation I, adalah operasi yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pembentukan Blue Ring (ring luar) dan tahap pembentukan Red Ring (ring dalam). Tujuan operasi ini adalah untuk mengamankan suatu daerah dari bahaya pemburu dan uxo’s. Sementara Triangle Operation II bertujuan untuk menemukan dan menghancurkan uxo’s serta mencari tempat-tempat persembunyian kelompok illegal bersenjata.

VIP dan VVIP Security Exercise adalah bentuk latihan yang dilakukan secara internal di Indobatt untuk melatih kemampuan Prajurit Konga XXIII-B/UNIFIL agar mampu melaksanakan tugas-tugas pengawalan dan pengamanan kepada VIP/VVIP di lingkungan UNIFIL, baik pejabat militer maupun pejabat sipil, termasuk kunjungan para unsur pimpinan TNI maupun tamu negara lain pada saat melaksanakan kegiatan di wilayah operasi Indobatt.[]

(Cahyono/Khariri)