Current Issue Januari 2018

Satu Dekade Bali Democracy Forum

pembukaan bali democracy forum

Bali Democracy Forum ke-10 telah dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Banten, pada tanggal 7 Desember 2017. Sesi pembukaan ini dihadiri oleh 400 peserta yang berasal dari 96 negara dan 7 Organisasi Internasional serta 151 mahasiswa dari 61 negara. Mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung, maka tempat penyelenggaraan BDF yang selama ini diselenggarakan di Bali harus dipindahkan ke Serpong Banten untuk menghindari ketidaknyamanan perjalanan para delegasi.

Penyelenggaraan BDF ke-10 kali ini menjadi bersifat khusus, karena sekaligus memperingati satu dekade penyelenggaraan BDF, disamping juga untuk pertama kalinya BDF bagaimana demokrasi dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat berupa kemakmuran dan perdamaian. Indonesia telah memilih demokrasi sebagai jalan hidup bernegara, yang diyakini sebagai pilihan terbaik. Menlu Retno L.P Marsudi, dalam laporannya menjelaskan bahwa tema BDF yang diangkat tahun ini adalah “Does Democracy Deliver?”. Tema ini dianggap tepat, mengingat adanya kekhawatiran global terkait sistem demokrasi dan kemampuannya untuk mengelola keberagaman, keamanan, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Gutteres dalam pesan videonya menyampaikan apresiasinya terhadap BDF sebagai forum untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran berdemokrasi melalui kerja sama dialog pada tataran menyelenggarakan Bali Democracy Student Conference (BDSC) sebagai upaya edukasi demokrasi kepada generasi muda. Pada sesi pembukaan, para delegasi mendengarkan Laporan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi terkait penyelenggaraan BDF ke-10. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil BDF Chapter Tunis oleh Menteri Luar Negeri Tunisia, pesan video Sekjen PBB dan Keynote Speech dari Presiden Nauru. Terakhir adalah sambutan Wakil
Presiden RI yang sekaligus membuka BDF ke-10.

Dalam sambutannya Wapres Jusuf Kalla menekankan keyakinan Indonesia bahwa demokrasi memberikan manfaat dan memberikan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi. Wapres juga menekankan bahwa Indonesia adalah contoh regional dan global. Sedangkan Presiden Nauru, Baron Divavesi Waqa dalam keynote speechnya menyerukan bahwa keberhasilan demokrasi tidak terlepas dari upaya komunitas internasional dalam memenuhi komitmennya, terutama pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 yang memandatkan pemberantasan kemiskinan, penanggulangan dampak perubahan iklim, dan kerja sama untuk pembangunan berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui, yang diundang secara khusus, dalam sesi pembukaan ini menyampaikan hasil dari BDF Chapter Tunis yang diselenggarakan pada 2 Oktober 2017 lalu di Tunis, Tunisia. BDF Chapter Tunis merupakan BDF Chapter pertama yang diselenggarakan di luar Indonesia. Usai sesi pembukaan, acara selanjutnya adalah berupa dua sesi Ministerial Panel yang mengangkat tema Democracy for Managing Diversity, Security, Equity, and Social Justice. Pada sesi pertama, panel dimoderatori oleh Dr. Alwi Shihab sedangkan panel sesi kedua dimoderatori oleh Dr. N. Hassan Wirajuda. Keduanya adalah mantan Menteri Luar Negeri RI

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Januari 2018

Tabloid Januari 2018