Januari 2018 Preivous Issue

Sesi Panel Diskusi Menteri Menandai Satu Dasawarsa Inisiatif BDF

BDF

Ada sesuatu yang baru dalam penyelenggaraan Bali Democracy Forumke-10 tahun 2017. Sebagai bagian untuk menandai satu dasawarsa inisiatif BDF,Indonesia mengagendakan sesi Ministerial Panel, disamping sesi Perdebatan Umum yang selalu dilaksanakan pada setiap tahunnya. Sesi panel diskusi Menteri dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para Menteri atau pejabat setingkat Menteri untuk lebih interaktif dan mendalam dalam membahas tema “Democracy for Managing Diversity, Security, Equity, and Social Justice”.

Pada BDF ke-10 tahun 2017 ini terdapat dua sesi Panel Menteri yang masing-masing dimoderatori oleh mantan Menteri Luar Negeri RI yaitu Dr. Alwi Shihab dan Dr. N. Hassan Wirajuda, namun dengan tema pembahasan yang sama, yaitu “Democracy for Managing Diversity, Security, Equity, and Social Justice”. Diskusi panel tingkat Menteri ini secara aktif diikuti oleh 9 (sembilan) negara dan 1 (satu) organisasi internasional, yaitu Menlu Indonesia, Tunisia, Jordan, Qatar, Papua New Guinea, Madagascar, Samoa, Sri Lanka, dan Suriname, serta Sekretaris Jenderal ASEAN. Para Menteri tersebut telah berbagi pengalaman mengenai pilihan demokrasi sebagai jalan hidup bernegara.

Para Menteri menggarisbawahi pentingnya demokrasi yang home-grown dan didasarkan pada konsensus nasional. Selain itu, para Menteri juga menekankan bahwa kondisi eksternal yang kondusif akan memperkuat demokrasi, baik di tingkat nasional maupun regional. Panel Menteri menekankan bahwa demokrasi juga menuntut edukasi dan estafet komitmen lintas generasi dan masyarakat di mana keluarga menjadi basisnya. Panel Menteri juga menggarisbawahi inclusiveness sebagai kunci untuk mewujudkan partisipasi dan kerukunan sosial yang nantinya akan mendorong kemajuan ekonomi, menjaga keamanan dan stabilitas, dan menghilangkan kesenjangan sosial.

Pengalaman berbagai negara juga menunjukkan bahwa dinamika demokrasi di mana faktor-faktor keamanan, kesetaraan, dan keadilan sosial saling berinteraksi sangat menentukan kemajuan demokrasi itu sendiri. Selain itu, panel Menteri juga melihat bagaimana upaya pemajuan demokrasi di ASEAN melalui Piagam ASEAN dan berbagai mekanisme ASEAN. Semangat dialog dan saling tukar pengalaman yang terus dimajukan oleh pertemuan BDF telahmampu menghadirkan pembahasan diantara para Menteri dan peserta secara terbuka dan bersahabat, terutama dalam memahami perbedaan karakteristik dan juga tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara. Semangat ini diapresiasi oleh berbagai negara dan akan terus dimajukan Indonesia sebagai elemen penting dalam pembelajaran demokrasi. Melalui penyelenggaraan Panel Menteri pada BDF ke- 10 ini, Indonesia berupaya membiasakan peserta BDF untuk berdialog mengenai demokrasi dengan nyaman dan konstruktif karena hal ini juga merupakan esensi dari demokrasi.

Apa kata mereka?

Zabihullah Saleem  mahasiswa asal Afghanistan  yang kuliah di Hubungan  Internasional, President University mengatakan  bahwa BDSC adalah event  yang besar. Dalam event ini  dirinya memiliki kesempatan  bertemu dengan mahasiswa- mahasiswa lainnya  dari berbagai  negara untuk membahas  tentang demokrasi dan cara- cara menerapkan demokrasi  dengan lebih baik.  “Saya sangat bangga  bisa ikut serta dalam acara  ini karena disini saya tidak  hanya mewakili negara  saya, tetapi juga universitas  saya. Disamping itu saya juga  bisa berbagi pengetahuan yang  saya pelajari di sini dengan  rekan-rekan saya yang lain” ujar  Saleem. Sementara itu,
Zorigt Tugsjargal mahasiswa  asal Mongolia yang juga kuliah  di Hubungan Internasional  President University, mengatakan bahwa forum  internasional BDSC adalah  forum yang benar-benar  bagus, apalagi karena BDSC menjadi bagian dari  pelaksanaan Bali Democracy  Forum.

Terkait hal ini Zorigt  menyampaikan apresiasi yang  tinggi kepada pemerintah  Indonesia, khususnya  Kementerian Luar Negeri  yang bisa menghadirkan  beberapa pemimpin negara  dan berbagai organisasi  internasional dalam  kala  besar, apalagi forum  internasional tersebut  kemudian berjalan dengan  sukses

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018