Desember 2021 Preivous Issue

TANTANGAN GLOBAL G20 INDONESIA 2022: SISTEM KESEHATAN HINGGA TRANSFORMASI EKONOMI

Salah satu komitmen penting yang dihasilkan dari KTT G20 Italia adalah deklarasi para pemimpin G20 yang berjanji untuk memperkuat respon bersama terhadap pandemi dan membuka jalan bagi pemulihan global, dengan perhatian khusus bagi yang paling rentan

Para pemimpin ekonomi utama dunia telah berjanji untuk menggunakan semua alat yang tersedia untuk mengatasi konsekuensi pandemi, mempertahankan pemulihan, dan tetap waspada terhadap tantangan global seperti gangguan rantai pasokan. Menyoroti peran penting vaksin dalam perang melawan pandemi, mereka berjanji untuk memajukan upaya untuk memastikan akses yang tepat waktu, adil dan universal ke vaksin, pengobatan dan diagnostik yang aman, terjangkau, berkualitas dan efektif, khususnya berkaitan dengan kebutuhan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membantu meningkatkan pasokan vaksin dan produk medis penting dan masukan di negara-negara berkembang dan menghilangkan kendala pasokan dan pembiayaan yang relevan,” bunyi deklarasi tersebut. Staf Ahli Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi mengatakan kondisi yang ada saat ini adalah pemulihan krisis kesehatan dan ekonomi dunia menunjukkan kemajuan yang solid, tapi yang menjadi tantangan global dari rencana aksi G20 yaitu adanya perbedaan aturan dan undang-undang terkait kondisi pandemik di tiap negara yang juga disebabkan oleh progres vaksinasi tidak merata, serta varian baru COVID-19 dan gelombang baru.

Presidensi G20 Indonesia didukung oleh lima pilar, yaitu: 1) menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemitraan antar pemangku kepentingan, 2) meningkatkan produktivitas, 3) membangun ekonomi dunia yang tangguh dan stabil, 4) mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan dan 5) penguatan kepimpinan kolektif global. “Pembahasan utama dalam G20 Indonesia adalah sistem kesehatan global, transformasi ekonomi dan digital, serta energi transisi.

Ketiga poin pembahasan utama tersebut telah dibuat data-datanya secara lengkap mengenai kondisi, dampak, dan usulan terkait dengan topik tersebut,” ujar Edi. Selain membahas mengenai isu-isu yang terjadi di dunia, substansi yang menjadi fokus global dan refleksi kepentingan nasional dalam G20 Indonesia nanti antara lain isu keuangan dan perpajakan, human capital, kapasitas nasional produksi vaksin, serta isu reformasi struktural. Transformasi Ekonomi G20 yang rutin digelar setiap tahun selalu membahas isu-isu penting yang mencakup dua kelompok kerja utama, yakni kelompok Finance Track dan Sherpa Track.

Mengacu kepada penamaannya, kelompok Finance Track akan membahas isu-isu tentang keuangan, sementara pada kelompok Sherpa Track akan dibahas topik-topik strategis lainnya, mulai dari isu kesehatan, sosial, energi, lingkungan, perdagangan hingga investasi. Posisi sebagai presidensi di tahun 2022 menjadikan Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah pembahasan pada G20 nanti. Lainnya, ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengangkat tema-tema topikal yang menjadi isu nasional agar bisa disolusikan bersama-sama dengan negara anggota lainnya.

Secara spesifik, anggota G20 di bawah kepemimpinan Indonesia dapat berperan lebih untuk melakukan transformasi ekonomi yang ditandai dengan digitalisasi berbagai sektor perekonomian, reformasi struktural, serta upaya mempercepat pembangunan yang inklusif sebagai kunci untuk keluar dari krisis ini. Peran-peran itu dilandasi fakta bahwa COVID-19 telah mengubah hampir seluruh tata cara pengelolaan ekonomi di setiap negara. Karena itu, kebijakan yang menggunakan pendekatan transformasional, seperti digitalisasi, restrukturisasi kebijakan fiskal, dan penguatan sektor industri kreatif perlu diambil oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, segala upaya pemulihan ekonomi tersebut mesti tetap memperhatikan aspek pembangunan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, pendanaan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dan akses terhadap pendidikan yang berkualitas untuk semua lapisan masyarakat sebagai elemen penting guna memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Sebagai bagian dari komunitas internasional yang terus menjaga keseimbangan antara pendekatan multilateral dan bilateral, Indonesia perlu terus-menerus memanfaatkan keberadaannya dalam forum G20, apalagi dalam posisinya sebagai Presidensi G20, untuk menyuarakan inisiatif yang menjadi kepentingan nasional maupun global.[]

Don`t copy text!