NEWS FLASH
Print E-mail
Agustus 2012 - Diplomasi Agusutus 2012
Tuesday, 28 August 2012 16:23

 

Teras Diplomasi

Globalisasi telah membawa suatu trend baru, yaitu munculnya isu-isu baru yang perlu menjadi perhatian bersama. Diantaranya adalah masalah kesehatan yang sebelumnya merupakan isu low politics yang kurang mendapat perhatian, tapi sekarang ini semakin berkembang secara signifikan.

Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia dan merupakan investasi bagi pembangunan martabat manusia yang memiliki implikasi langsung terhadap peningkat-an kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, ancam-an risiko kesehatan sangatlah menentukan stabilitas suatu negara.

Dewasa ini, pergerakan manusia, hewan, tumbuh-an, dan perubahan iklim berlangsung semakin kerap, cepat dan lintas batas sehingga terjadi peningkatan common vulnerability atas ancaman risiko kesehatan. Globalisasi ikut berperan dalam mendorong penyebaran penyakit-penyakit mematikan seperti HIV/AIDS dan flu burung.  Sehingga ancaman kesehatan suatu bangsa sekarang ini telah menjelma menjadi ancaman yang harus dihadapi dan ditanggung bersama.

Beranjak dari pengertian ini, menjadi penting bagi kita untuk mensinergikan kebijakan kesehatan dalam pembahasan maupun pengambilan keputusan politik luar negeri, karena pada akhirnya penciptaan kerja sama kesehatan global untuk menanggulangi berbagai ancaman kesehatan adalah suatu hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi.

Sementara itu dalam hal penyelenggaraan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI),  tahun ini BSBI genap mencapai usia satu dasawarsa, dan dari tahun ke tahun program ini terus berkembang, dengan peserta yang semakin beragam dan berasal dari semua benua.

Dalam 10 tahun perjalanannya, BSBI telah menghasilkan 449 alumni yang tersebar di 50 negara, termasuk Indonesia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan BSBI tahun ini juga memiliki program tambahan yang disebut dengan “program kekhususan” bagi future faith leaders atau pemimpin agama masa depan.      

Para peserta BSBI tidak hanya mempelajari beberapa tarian dan musik tradisional Indonesia, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia telah pula mereka pahami, dan memang itulah sasaran dan tujuan dari program BSBI. Selanjutnya para peserta diharapkan dapat membawa serta persahabatan ke negaranya masing-masing, sebagaimana tema Indonesia Channel tahun ini “Art and Culture for Everlasting Friendship”.

Indonesia Channel sebagai puncak dari program BSBI, tidak hanya menjadi media bagi para penerima beasiswa untuk menunjukkan kebolehan mereka menampilkan tarian dan musik khas budaya Indonesia  tetapi juga sebagai ajang untuk menumbuhkan apresiasi dan penghargaan dikalangan generasi muda Indonesia terhadap seni dan budayanya sendiri.

Kementerian Luar Negeri sepakat dengan pemikiran bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya sanggup meruntuhkan kebencian, intoleransi dan antipati karena perbedaan ras, agama dan kewarganegaraan. Tembok-tembok pemisah yang selama ini justru diciptakan oleh manusia itu sendiri. Para peserta BSBI dapat membuktikan bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya dapat benar-benar menciptakan persahabatan yang sejati.

Sedangkan dalam bidang diplomasi publik dan sebagai bagian dari upaya Kemlu mengajak masyarakat umum untuk lebih mengenal lambang negara dan lingkungan Kemlu, terutama Gedung Pancasila yang dibangun pada 1830, serta fungsinya pada masa sekarang, Kemlu menggelar pameran lambang negara yang pertama.

Sejarah lahirnya lambang negara Garuda ini terkait dengan perjalanan sejarah Gedung Pancasila, tentu penting untuk melengkapi pemahaman mengenai Gedung Pancasila. Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan semangat nasionalisme generasi muda sehingga menjadi penting dan relevan pula untuk menambah wawasan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Di bidang diplomasi ekonomi, ‘Business Opportunities in North Maluku and Sail Morotai 2012’ menjadi tema penyelenggaraan Updates From The Region (UFTR) tahun ini, sebuah agenda rutin Kemlu dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan potensi daerah kepada seluruh perwakilan asing yang ada di Indonesia.

UFTR kali ini selain menampilkan provinsi Maluku Utara, juga mempromosikan Sail Morotai 2012  yang puncaknya akan digelar pada bulan September 2012. Dengan demikian masyarakat internasional diharapkan dapat turut serta berinvestasi dalam pembangunan di provinsi Maluku Utara dan berpartisipasi pada gelaran Sail Morotai 2012 tersebut.

Perkenalan Maluku Utara kepada masyarakat du-nia ini sejalan dengan langkah Kemlu RI dalam menjalin hubungan antarnegara, dan merupakan salah satu bentuk hubungan bilateral di bidang ekonomi.

Akhirnya, segenap jajaran redaksi Tabloid Diplomasi, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.[]