Current Issue Juni 2022

THE 14th BDF 2021 MENYOROTI KONEKTIVITAS ANTARNEGARA HINGGA PEMULIHAN EKONOMI LOKAL

Tahun 2021 menjadi peringatan ke-14 tahun dari penyelenggaraan BDF. Pelaksanaan kali ini adalah kali kedua penyelenggaraan BDF di masa pandemi Covid-19 dengan sejumlah pembatasan dan penyesuaian. Menyesuaikan dengan protokol kesehatan, BDF ke14 diselenggarakan dalam format hybrid.

Keikutsertaan fisik dibatasi hanya bagi 50 negara/organisasi internasional dan selebihnya mengikuti kegiatan melalui daring. Penyelenggaraan dalam format hybrid juga ditujukan untuk membantu pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali yang terdampak pandemi

Democracy for Humanity: Ad­ vancing Economic and Social Jus­ tice during the Pandemic menjadi tema utama dan haluan bagi seluruh rangkaian BDF, termasuk di dalamnya sejumlah pertemuan pilar non-pemerintah di dalam Road to BDF. Sejumlah pertimbangan yang mendasari pemilihan tema di antaranya terkait dengan kondisi pandemi yang telah berujung pada krisis multiaspek yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi upaya penegakan nilai-nilai kemanusiaan sebagai prinsip dan inti demokrasi.

Di sisi lain, pandemi juga menjadi pemicu peningkatan angka kemiskinan global yang alhasil semakin memperlebar ketimpangan yang telah ada, di samping munculnya berbagai kasus pengucilan dan diskriminasi yang juga memperburuk kondisi ketidakadilan sosial. Pada akhirnya, saat pelaksanaan di 2021, BDF juga berupaya memberikan way forward yang memastikan demokrasi tetap efektif dalam perannya untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Diskusi dalam BDF ke-14 dilaksanakan baik secara luring maupun daring dengan membagi tema besar menjadi tiga pembahasan subtema, yaitu Democracy for Humanity: Addressing Poverty, Democracy for Humanity: Addressing Inequality, dan Democracy for Humanity: Advancing Inclusion. Sejumlah 22 pembicara tingkat menteri turut serta berbagi pengalaman dan praktik terbaik, dan untuk pertama kalinya BDF juga menghadirkan pembicara dari kalangan expert (sejumlah 9 pembicara) dalam di-skusi terbatas ini.

Diskusi ditutup dengan diskusi terbuka antar keempat pilar BDF (pemerintah dan non-pemerintah) dalam rangka mendiskusikan hasil diskusi dari masing-masing pilar dan menyusun rekomendasi yang mewakili berbagai stakeholder demokrasi. Pada pelaksanaannya, BDF ke-14 telah dihadiri secara fisik oleh 105 delegasi dari 48 negara dan organisasi internasional, serta sebanyak 230 delegasi dari 49 neg-ara dan organisasi internasional hadir melalui fasilitas daring. Format penyelenggaraan secara hybrid di satu sisi mampu meningkatkan jumlah kehadiran pejabat tinggi, terbukti dengan jumlah kehadiran pejabat tingkat menteri pada BDF ke-14 tercatat paling tinggi sejak pelaksanaan pertama kalinya tahun 2008.

Sebagai hasil akhir BDF ke-14, disepakati sejumlah key messages yang menggarisbawahi sejumlah rekomendasi, di antaranya mendukung pemajuan good governance dan kepastian hukum sertajaminan kesetaraan khususnya bagi kelompok rentan. Hal ini tentunya memerlukan perumusan kebijakan yang mempertimbangkan pendekatan holistik, berkesinambungan, serta terintegrasi. BDF juga menyoroti penguatan konektivitas dan kerjasama antarnegara dalam rangka menjamin free and fairer trade. Berkaitan dengan hal tersebut, maka multilateralisme dan solidaritas internasional menjadi kunci bagi percepatan pemulihan pascapandemi.

Salah satu yang menjadi fokus dalam pembahasan pilar non-pemerintah adalah mengenai pengembangan dan pemulihan ekonomi lokal melalui berbagai skema pendanaan, seperti development financing dan private financing. Semangat yang samajuga dimunculkan bagi dukungan kepada negara berkembang melalui berbagai sovereign debt restructuring. Pada akhirnya, demokrasi merupakan milik seluruh masyarakat, oleh karenanya pelibatan aktor non-pemerintah secara aktif, baik civil society, media, dan generasi muda menjadi perhatian khusus dari BDF ke-14.[]

Don`t copy text!