April 2009

World Ocean Conference (WOC) dan Coral Ttiangle Initiative (CTI) Summit Manado, 11-15 Mei 2009


Sinyo Harry Sarundajang
Gubernur Sulawesi Utara

Pada 11-15 Mei 2009 pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit. Kedua kegiatan ini dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara, sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2008. Kegiatan ini didukung dan sudah menjadi agenda resmi PBB, UNEP, UN-Habitat, UNDP, Global Forum on Oceans, Coasts and Islands, UNICPOLOS, UNESCO, dan lembaga-lembaga internasional seperti WWF, NOAA, dan IPCC.

WOC akan dihadiri oleh sedikitnya 121 negara di seluruh dunia. Sementara CTI Summit akan dihadiri kepala negara/kepala pemerintahan dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Salomon Island, dan Timor Leste, serta Perdana Menteri Australia dan pejabat tinggi utusan khusus Presiden Amerika Serikat. Selain kedua kegiatan pokok (main event) tersebut, juga dilaksanakan simposium dan pameran mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, dan jaringan usaha dan industri di bidang kelautan (side event), yang disemarakkan dengan pertunjukan seni budaya nusantara selama acara berlangsung. Keseluruhan acara ini, main event dan side event, diperkirakan akan menghadirkan sekitar 15.000 orang.

WOC 2009 ini bertema ”Oceans and Climate Change”, dengan sub tema ”Climate Change Impacts to Oceans and the Role of Oceans to Climate Change”. WOC dan CTI Summit 2009 merupakan pertemuan yang bersejarah karena untuk pertama kalinya dunia secara khusus memberi perhatian terhadap laut dan sumbangsihnya terhadap masa depan kehidupan umat manusia. Kegiatan ini didedikasikan untuk mendayagunakan potensi sumberdaya hayati laut bagi kelanjutan dan kelestarian manusia dan alam semesta, membangun kerjasama internasional yang saling menguntungkan dalam pengelolaan laut, dan membangun komitmen internasional untuk melestarikan laut dan potensinya bagi upaya mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim dunia. WOC dan CTI Summit 2009 juga bermaksud mengefektifkan kerjasama internasional untuk menjaga dan memafaatkan laut sebagai masa depan kehidupan umat manusia, sumber pangan, energi, dan kekayaan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

WOC dan CTI Summit merupakan kelanjutan dan pendalaman dari berbagai pertemuan internasional lainnya, termasuk pendalaman hasil Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change —UNFCCC) di Bali, Desember 2007. WOC dan CTI Summit akan menyempurnakan UNFCCC di Bali, karena dari 800 topik yang dibahas, hanya satu topik yang khusus membicarakan laut pada pertemuan tingkat dunia itu. Padahal laut merupakan 2/3 bagian dari permukaan bumi yang memiliki peranan penting dalam perubahan iklim dunia.

Sejumlah ilmuwan menyebutkan, laut merupakan carbon-sink (gudang karbon) yang terbukti lebih ampuh menyerap emisi gas. Seluruh laut di muka bumi menyerap karbon sebesar 90 miliar ton per tahun, dan melepas kembali 92 miliar ton karbon per tahun ke atmosfir. Daya simpan laut terhadap karbon 50 kali lebih tinggi dibandingkan dengan atmosfir. Daya serap laut terhadap karbon dioksida mengalahkan kedahsyatan hutan Amazon di Brasil sebagai paru-paru bumi. Laut Indonesai di bibir Pasifik, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Timor Leste, dan Salomon Island merupakan ”mega carbon sink” di dunia, dan merupakan ”Amazon of the Seas” di laut dunia. Kawasan ini mencakup 75.000 km persegi, memiliki 500 spesies terumbu karang, dan dihuni lebih dari 3.000 spesies ikan. Kawasan ini merupakan sumber pangan bagi 120 juta penduduk, tempat pemijahan ikan tuna dan sumber ekonomi regional dengan perkiraan perputaran uang US$2,3 miliar per tahun.

Sungguh merupakan hal yang luar biasa, dan gagasan untuk sungguh-sungguh memperhatikan peranan laut bagi kelanjutan masa depan umat manusia ini lahir dari Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang yang mendapat sambutan, penguatan dan dukungan dari pemerintah Indonesia, lembaga-lembaga dunia dan PBB. Bagi Indonesia hal ini merupakan kelanjutan perjuangan Perdana Menteri Juanda yang berhasil meyakinkan dunia untuk mengakui luas teritorial wilayah laut Indonesia mencakup 12 mil dari garis batas terluar wilayah laut Indonesia. Bagi pemerintahan domestik, pelaksanaan WOC dan CTI Summit merupakan kisah sukses dari pelaksanaan otonomi daerah –yang berhasil melahirkan inisiatif daerah untuk kegiatan yang berlevel internasional.

Dan bagi dunia, WOC dan CTI Summit merupakan momentum dan wahana bersama untuk ; mengoptimalkan, mengembangkan dan melestarikan sumberdaya laut sebagai ”mega carbon sink” dunia ; mengidentifikasi tindakan-tindakan dalam menghadapi perubahan iklim global, dan ; meningkatkan kerjasama internasional bagi pemanfaatan sumberdaya laut secara lestari dan berkesinambungan untuk peningkatan kesejahteraan umat manusia. Tujuan-tujuan tersebut dan semua komitmen dunia terhadap laut akan dituangkan dalam Manado Ocean Declaration, yang akan dimaklumatkan pada akhir konferensi.

Bersamaan dengan WOC, CTI Summit, simposium, pameran dan pertunjukan seni budaya Nusantara, juga akan dilaksanakan Global Oceans Policy Day (GOPD). Yakni pertemuan multi-stakeholder tingkat internasional yang mendiskusikan hasil Konferensi Global Ocean di Hanoi, Vietnam, April 2008, bekerjasama dengan Global forum on Ocean, Coasts, and Island. GOPD ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai pihak nasional dan lembaga-lembaga internasional. Dimana pada saat kegiatan GOPD akan dilakukan penanaman bakau sebanyak 15.000 pohon di kawasan hutan bakau sekitar pantai Manado hingga Bitung, Sulawesi Utara.

Pemerintah Indonesia dan Sulawesi Utara sudah siap melaksanakan kegiatan ini. Lebih dari 5.000 kamar hotel berbintang telah tersedia, dimana hampir 1.500 diantaranya adalah kamar baru. Selain itu, terdapat hampir 10.000 kamar hotel melati, cottage, dan home stay yang siap melayani tamu-tamu WOC dan CTI Summit. Infrastruktur penunjang lainnya juga akan rampung sebelum kegiatan ini dilaksanakan, termasuk penyediaan jaringan telekomunikasi sebesar 45 megabyte (MB) per menit untuk menyediakan layanan internet 5.000 koneksi per menit, 4.000 sambungan telepon selular per menit, dan 10.000 sambungan fixed line per menit.[]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!