Current Issue September 2022

DARI SEMARANDANA Bali UNTUK BSBI

Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan seni dan budayanya. Disamping Bali terkenal dengan keindahan alam[1]nya yang mendunia, Bali juga merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang paling diminati oleh kalangan domestic maupun internasional. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Bali bukan hanya untuk menikmati keindahannya semata, dan juga untuk mempelajari budaya yang ada di Bali, Serta banyak hal lagi lainnya yang menyangkut mengenai tata kehidupan masyarakat di Bali.

Pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bekerjasama dengan 6 sanggar yang terbagi di wilayah Indonesi termasuk Bali, melaksanakan program beasiswa yang di[1]namai Program Indonesian Art and Culture Scholarship (IACS) atau Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI). Program Beasiswa seni dan budaya ini dilaksanakan dari Tahun 2008 sampai sekarang di Sanggar Seni Semarandana Munggu, Kecamatan mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Lama pendidikan yang dilaksanakan selama 3 bulan di Sanggar Seni Semarandana Bali, sehubungan adanya pandemic COVID-19 di Tahun 2022 program ini belum memperbolehkan untuk pembelajaran atau pendidikan secara langsung atau tatap muka melainkan dilaksanakan secara Daring atau Virtual dengan metode baru dalam pelaksanaannya.

Dalam proses belajar mengajar, mahasiswa sangat aktif dalam bertanya bahkan sampai mendetail kepada guru pengajar, seperti halnya dalam kelas tari, mahasiswa ingin agar mendapat rekaman tarian yang full, dari depan, belakang dan samping agar mereka bisa mem[1]pelajari lebih mendetail. Begitu pula dengan kelas musik dan kerajinan, mahasiswa diberikan satu lagu untuk di hafal dan nyanyikan serta diberikan arti dari nyanyian itu agar mereka tahu arti dari nyanyian itu. Sama juga dengan kelas kerajinan, mahasiswa dengan serunya menggambar kesenian bali yang telah mereka pilih sebelumnya, sedangkan guru memberikan tutorial cara menggambar dan mewarnai ala Bali yaitu layer per layer.

Para guru dan mahasiswa sangatlah akrab dalam menjalin hubungan proses belajar mengajar. Di luar jam pembelajaran, banyak mahasiswa yang bertanya hal mendetail kepada para guru mengenai kebu[1]dayaan di Indonesia, khususnya di Bali karena mereka sangat ingin sekali belajar secara langsung atau tatap muka. Bahkan, salah satu dari mahasiswa partisipan BSBI Virtual sudah ada yang berkunjung ke Sanggar Seni Semarandana untuk bertemu guru dan belajar serta melihat secara langsung bagaimana kebudayaan di Bali itu terlaksana. Kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran tatap muka secara langsung bisa dilaksanakan lagi di Bali. Harapan kita juga agar kedepannya kebudayaan Indonesia khususnya Budaya Bali bisa dikenalkan ke seluruh dunia dengan pelaksanaan program BSBI yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam rangka pelestarian dan promosi pariwisata Bali sesuai dengan Program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Pariwisata Budaya. []

Don`t copy text!