Current Issue September 2022

DORONG DIALOG DAN DUKUNG KEBERLANJUTAN RANTAI PASOK GLOBAL PRESIDEN RI KUNJUNGI RUSIA DAN UKRAINA

INDONESIA AKAN TERUS BEKERJA KERAS DAN BERADAPTASI DALAM MENGHADAPI SITUASI SULIT SAAT INI, TERUTAMA DALAM PEMULIHAN EKONOMI GLOBAL PASCA-PANDEMI. INDONESIA BERSEDIA UNTUK MENJEMBATANI KOMUNIKASI ANTARA PARA PEMIMPIN.

Oleh: Direktorat Eropa I

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia pada 30 Juni 2022, dan bertemu dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kepresidenan Krem[1]lin. Tujuan utama dari kunjungan ke Rusia adalah untuk menyam[1]paikan pesan perdamaian terkait perang di Ukraina, mendorong negosiasi serta menyelesaikan masalah pasokan pangan dan pupuk untuk ketahanan pangan global.

Kedua Presiden juga membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Rusia, pengamanan pasokan pupuk, keterlibatan Rusia dalam berbagai investasi di Indonesia, penguatan kemitraan kedua negara untuk menjalin mitra strategis dan rencana perundingan perdagangan RI dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Terkait rantai pasok pangan, Indonesia berharap agar Rusia dapat memberikan jaminan keamanan pengiriman komoditas biji-bijian seperti jagung dan gandum

Sebelum kunjungannya ke Moskow, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga melakukan kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina pada 29 Juni 2022 dan bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di istana Maryinsky. Tujuan utamanya yaitu sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina

Presiden Joko Widodo me[1]nekankan posisi Indonesia ten[1]tang pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah. Meski sangat menantang, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan pentingnya penyelesaian melalui dialog secara damai

Dalam kunjungan, Presiden Jokowi turut menyampaikan keprihatinannya atas dampak perang terhadap kemanusiaan. Pemerintah dan Masyarakat Indonesia memberikan bantuan, seperti obat-obatan, dan komitmen untuk rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiev

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Ukraina berperan penting dalam rantai pasok pangan global. Indonesia berharap agar Rusia dapat memberikan jaminan keamanan pengiriman komoditas biji-bijian seperti jagung dan gandum. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi secara langsung mengundang Presiden Zelenskyy untuk menghadiri KTT G20 yang akan diselenggarakan pada November tahun ini di Bali dan menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Ukraina

Presiden Zelenskyy menyambut baik kehadiran Presiden Joko Widodo di Ukraina. Menurutnya, ini adalah kunjungan pertama seorang pemimpin Asia ke Ukraina sejak invasi Rusia

Sementara itu  Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Moskow menunjukkan bahwa Indonesia akan terus bekerja keras dan beradaptasi dalam menghadapi situasi sulit saat ini, terutama dalam pemulihan ekonomi global paska pandemi. Indonesia bersedia untuk menjembatani komunikasi antara para pemimpin.

Perang telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang luar biasa dan memberikan dampak siginifikan pada rantai pasok pangan dunia, khususnya bagi negara berkembang, mengingat Rusia dan Ukraina adalah salah satu negara penghasil gandum terbaik di Eropa bahkan dunia.

Menurut Presiden Jokowi, perlunya mengembalikan rantai pasok dunia dengan mendorong adanya reintegrasi pasokan komoditas pangan dan pupuk dari Rusia dengan pasokan gandum Ukraina sesuai dengan upaya PBB.

Indonesia menekankan tidak adanya kepentingan bagi Indonesia terkait situasi di Ukraina dan Indonesia. Indonesia mendorong agar perang dapat segera selesai. Diharapkan rantai pasok pangan, pupuk dan energi dapat segera diperbaiki karena menyangkut kehidupan ratusan juta dan milyaran manusia di seluruh dunia.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak kepada seluruh pemimpin dunia untuk menjaga semangat multilateralisme, semangat damai dan kerja sama agar perdamaian dapat dicapai

Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia dengan misi perdamaian dunia menunjukkan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta, berkontribusi dalam perdamaian dunia serta merupakan wujud amanat konstitusi Indonesia untuk berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia

[1]

Don`t copy text!