Current Issue September 2022

KOLABORASI ASEAN DAN NEGARA MITRA UNTUK HADAPI KRISIS PANGAN HINGGA DINAMIKA INDO-PASIFIK

Keberlanjutan penanganan pandemi juga masih menjadi perhatian utama Indonesia, khususnya melalui operasionalisasi ASEAN Centre for Public Health Emergency and Emerging Diseases (ACPHEED) yang mendapat dukungan Australia dan Jepang.  

Indonesia, bertindak sebagai co-chair pertemuan ASEAN AS, menegaskan komitmen akan terbentuknya Kemitraan Komprehensif Strategis (Comprehensive Strategic Partnership) yang menurut rencana akan diluncurkan pada bulan November ini

Rangkaian 55th ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/Post Ministerial Conference (55th AMM/PMC) telah mempertemukan ASEAN dengan sebelas mitra wicara yakni RRT, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, Inggris, AS, Rusia, Kanada, dan UE. Setidaknya, terdapat 14 pertemuan ASEAN dengan mitra wicara, termasuk ASEAN Plus Three, East Asia Summit, dan ASE[1]AN Regional Forum, yang telah berlangsung pada tanggal 4-5 Agustus 2022

Stabilitas kawasan Indo-Pasifik terus menjadi perhatian bersama, baik ASEAN maupun negara mitra. Menlu RI sampaikan “Indo-Pasifik adalah kawasan masa depan kita. Masa depan kita akan tergantung bagaimana kita mengelola Indo-Pasifik. ” Indonesia mengharapkan pendekatan kerja sama yang inklusif, terbangunnya strategic trust dan terus dihormatinya hukum-hukum internasional harus menjadi cara pandang dalam kerja sama di Indo-Pasifik. Lebih lanjut, Menlu RI sampaikan bahwa EAS seharus[1]nya menjadi model bagi arsitektur kawasan. “Jika Indo-Pasifik adalah laut yang dipenuhi dinamika, maka EAS adalah kapal di mana kita mendayung bersama untuk mencapai tujuan, yaitu perdamaian dan stabi[1]litas. ”, demikian pungkas Menlu

Bagi Indonesia dan ASEAN, kerja sama konkret dengan semua mitra, sangat penting artinya. Mengacu kepada ASEAN Outlook on the Indo Pacific, kerja sama tersebut tentunya harus saling menguntungkan (win-win)  dan dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran Indo-Pasifik. Indonesia secara konsisten terus mendorong peran aktif mitra dalam penanganan krisis pangan. Salah satunya dengan Rusia, Indonesia mengangkat pentingnya reintegrasi ekspor pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok dunia serta meminta dukungan Rusia dalam pelaksanaan BlackSea Initiative. Dalam kerangka ASEAN Plus Three, Indonesia sampaikan pentingnya revitalisasi APT Emergency Rice Reserve

Untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, Indonesia memandang kerangka perdagangan bebas ASEAN dengan mitra dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) perlu dimanfaatkan dengan maksimal.

Selain itu, Indonesia juga tekankan bahwa efektivitas penanganan perubahan iklim perlu didukung melalui investasi negara maju, khususnya pada proyek-proyek transisi energi. Indonesia telah mengajak Inggris dan Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi hijau.

Indonesia, bertindak sebagai cochair pertemuan ASEAN – AS, menegaskan komitmen akan terbentuknya Kemitraan Komprehensif Strategis (Comprehensive Strategic Partnership)  yang menurut rencana akan diluncurkan pada bulan November ini. Tahun ini ASEAN – AS juga telah menyepakati kerja sama pembangunan ekosistem kendaraan listrik di ASEAN.

Menyoroti situasi dunia yang penuh tantangan saat ini, Menlu RI menyampaikan bahwa dunia saat ini sangat memerlukan kearifan (wisdom) dan tanggung jawab para pemimpin dunia, agar perdamaian dan stabilitas terjaga.  

Sejumlah isu di kawasan yang juga disinggung dalam rangkaian pertemuan antara lain, Laut Tiongkok Selatan, Taiwan, dan Myanmar. Terkait Myanmar, negara mitra menyesalkan memburuknya situasi di Myanmar khususnya dengan putusan hukuman mati terhadap aktivis pro demokrasi. Negara Mitra terus mendukung upaya ASEAN melalui implementasi Five Point Consensus. Rangkaian pertemuan 55th AMM/ PMC telah menghasilkan sejumlah dokumen keluaran antara lain, Ren[1]ana Aksi ASEAN – UK, ASEAN – UE, dan ASEAN Plus Three, serta Annex Rencana Aksi ASEAN – RRT dan ASEAN – Australia.[]

Don`t copy text!