Juli 2015

Kunjungan dan Dialog Mahasiswa UPH Surabaya

Kunjungan dan Dialog Mahasiswa UPH Surabaya

“Harmonisasi hukum ASEAN harus tetap dilakukan walaupun berjalan lambat”, hal ini disampaikan oleh Almira Devayanti dari Direktorat Politik dan Keamanan ASEAN, dihadapan 30 orang mahasiswa serta dosen pembimbing dalam acara kunjungan mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Surabaya, tanggal 28 Juli 2015, di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negari RI.

Dalam paparan dengan judul ‘Hukum ASEAN: Perkembangan dan Tantangannya’, Almira mengelaborasi berbagai kekuatan dan kelemahan ASEAN yang diukur dengan analisa mendalam serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Peningkatan daya saing yang cukup besar antara para perusahaan lokal dengan perusahaan asing merupakan salah satu indikator kesiapan para pelaku bisnis Indonesia dalam menghadapi MEA 2015. Namun demikian, kesadaran masyarakat akan ASEAN, infrasruktur, sumber daya manusia, serta birokrasi serta kepastian hukum di Indonesia masih menjadi tantangan yang perlu dicermati.

Sementara itu, Joseph Sitepu dari Direktorat Diplomasi Publik menyampaikan bahwa diplomasi bukan lagi menjadi dominasi pemerintah, saat ini masyarakat juga memegang peranan penting dalam diplomasi Indonesia. Salah satunya adalah mahasiswa. Joseph Sitepu menyatakan bahwa mahasiswa merupakan salah satu aktor penting dalam diplomasi Indonesia dengan kemampuan interaksi yang dimilikinya.

Disampaikan juga bahwa strategi diplomasi publik yang dijalankan Kemlu saat ini bertujuan untuk membangun jejaring antar masyarakat dan bangsa (networking), mempromosikan aset yang dimiliki (promotion), mendiseminasikan informasi (dissemination), people to people contact dan menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan (partnership).

Para mahasiswa sangat antusias untuk mengenal Kemlu lebih dalam, yang terefleksi dari berbagai pertanyaan terkait upaya-upaya diplomasi Indonesia dalam menjalin dan mempertahankan hubungan diplomatik meskipun harus melalui berbagai peristiwa yang seringkali mengancam keharmonisan hubungan bilateral, termasuk upaya-upaya Kemlu dalam memberikan perlindungan kepada WNI di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Pada akhir kunjungan, mahasiswa berkesempatan untuk mengunjungi Gedung Pancasila, salah satu gedung bersejarah yang memiliki peran penting dalam upaya perjuangan kemerdekaan dan pelaksanaan diplomasi Indonesia.

 

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!