Current Issue September 2022

MENIKMATI BSBI MESKI SECARA DARING

Bianca Figl Peserta BSBI asal Austria.

Dalam program ini, saya mendapatkan wawasan tentang bentuk seni yang tidak saya dapatkan dan sebaliknya. Dengan perjalanan yang dibatasi karena pandemi, program daring adalah alternatif yang bagus untuk mengadakan suatu acara yang dihadiri masyarakat dari belahan dunia yang lain.

Saya berpartisipasi dalam Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (IACS/BSBI) bulan Mei sampai dengan Juli 2022. Tahun ini berlangsung secara virtual melalui portal online Zoom. Kami bertemu setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua jam. Program ini diselenggarakan oleh Komunitas Seni Gubang dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kami mengikuti kelas tari, menyanyi dan kerajinan tangan.

Di kelas tari, saya menari Tari Jepen Seraung. Tari Jepen Seraung diajarkan oleh Randa Zunardy Prasetya dan Dhita Claudia Yuniar. Selain itu terdapat aktivitas membuat kerajinan Seraung. Seraung atau caping, adalah penutup kepala runcing yang digunakan petani untuk melindungi dari terik matahari, tetapi juga dapat menggantikan payung ketika musim hujan tiba.

Topi ini mengilhami terciptanya tarian ini, yang memadukan gerakan[1]gerakan baru dengan bentuk-ben[1]tuk utama tarian jepen khas gaya Kutai Kartanegara. Dalam sesi kerajinan tangan, kami belajar cara membuat topi seraung/jepen dari karton, benang dan karet busa. Di kelas menyanyi, kami belajar lagu Buah Ara. Lagu ini diajarkan oleh Luspiansyah dan Nova Abelia. Tari[1]annya sangat menyenangkan tetapi saya tidak punya pengalaman bernyanyi sehingga saya membutuhkan usaha untuk bergabung di kelas bernyanyi. Aktivitasnya menyenangkan dan saya dapat merasakan seperti apa rasanya bernyanyi setiap minggu

Saya sangat menikmati keseharian saya di BSBI. Hal ini membuktikan bahwa kita sekarang dapat memiliki program bersama dalam jarak yang begitu jauh, dalam kasus saya antara Kota Wina di Austria dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Saya terkesan dan sangat tertarik. Peserta lainnya berasal dari Thailand, Cina dan Kazakhstan. Saya belum pernah ke Kalimantan Timur. Pengalaman ini sangat menarik untuk melihat sekilas wilayah tersebut, di mana ibu kota baru akan segera pindah dan untuk mendapatkan wawasan tentang bentuk seni di sana.

Dalam program ini, saya menda[1]patkan wawasan tentang bentuk seni yang tidak saya dapatkan dan sebaliknya. Dengan perjalanan yang dibatasi karena pandemi, program daring adalah alternatif yang bagus untuk mengadakan suatu acara yang dihadiri masyarakat dari belahan dunia yang lain. Pada bulan Agustus, saya mengadakan workshop di Kedutaan Besar Indonesia di Wina untuk beberapa rekan penari dari kelompok tari Gema Puspa Nusantara yang berbasis di Wina. Sebagai hasil workshop, tarian Jepen Seraung dipentaskan pada pesta rakyat KBRI pada musim panas tahun 2022. Penari sangat antusias menarikan Tari Jepen Seraung dan penonton sangat se-nang melihat pementasan tari Jepen Seraung di Wina.

Don`t copy text!