Previous Issue September 2021

Menlu RI Dorong Diversifikasi Produksi Vaksin ke Negara Berkembang Terkait COVID 19

Partisipasi Menlu RI merupakan upaya diplomasi Indonesia yang terus berkomitmen dalam mendorong semua negara untuk mempererat solidaritas dan kolaborasi dalam menanggulangi pandemi termasuk menjadikan vaksin sebagai global public good serta kesetaraan akses dan distribusi vaksin bagi semua negara

“Kita harus mendorong solidaritas dan kerja sama internasional untuk mempercepat vaksinasi global, salah satunya melalui peningkatan kapasitas produksi vaksin. Hal ini dapat dicapai salah satunya melalui diversifikasi produksi vaksin ke negara berkembang,” tegas Menlu RI, Retno Marsudi dalam sambutannya pada konferensi internasional bertajuk “The First Meeting of the International Forum on COVID-19 Vaccine Cooperation”, yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 5 Agustus 2021. Konferensi diikuti oleh Sekjen PBB, Dirjen WHO, Menteri Luar Negeri dan Pejabat Tinggi lebih dari 23 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika serta perwakilan Organisasi Internasional lainnya. Lebih lanjut, Menlu RI juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk membantu negara berkembang dalam hal penguatan infrastruktur esensial, pusat penelitian, jalur produksi, fasilitas cold storage, dan sumber daya manusia. Pada saat yang sama, kolaborasi internasional harus dapat memfasilitasi akses ke bahan baku, pembebasan HKI, transfer teknologi, termasuk vaksin mRNA serta skema pembiayaan yang sehat

Menlu RI juga sebagai Co-Chair COVAX AMC-EG menyampaikan pentingnya dukungan semua negara kepada mekanisme COVAX, sebagai satu-satunya platform global yang menjamin kesetaraan akses bagi semua. Selain itu, COVAX juga perlu segera mengeksplorasi alokasi vaksin untuk 20% populasi khususnya untuk negara berpenghasilan rendah. Partisipasi Menlu RI merupakan upaya diplomasi Indonesia yang terus berkomitmen dalam mendorong semua negara untuk mempererat solidaritas dan kolaborasi dalam menanggulangi pandemi termasuk menjadikan vaksin sebagai global public good serta kesetaraan akses dan distribusi vaksin bagi semua negara.

Konferensi menghasilkan outcome document berupa Joint Statement of the International Forum on COVID-19 Vaccine Cooperation. Negara-negara yang berpartisipasi pada konferensi ini termasuk Argentina, Brazil, Chile, China, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Mesir, Hungaria, Indonesia, Kenya, Malaysia, Meksiko, Maroko, Pakistan, Filipina, Federasi Russia, Serbia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Turki, UEA, dan Uzbekistan. Selain itu juga berpartisipasi perusahaan vaksin dan lembaga riset vaksin dari negara terkait seperti Sinopharm, Sinovac, Bio Farma dan Gamelaya Center Rusia untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah, lembaga riset dan perusahaan vaksin untuk penanganan pandemi COVID-19.[]

Don`t copy text!