Current Issue September 2022

PEMULANGAN 241 WNI
KORBAN PENIPUAN KERJA di KAMBOJA

Dalam beberapa waktu belakangan terdapat peningkatan tren kasus WNI yang dipekerjakan secara non-prosedural di perusahaan-perusahaan kasino dan/atau judi online di Kamboja. Pada tahun 2021, KBRI Phnom Pehn telah menangani dan menyelamatkan 119 WNI. Tahun 2022, kasus melonjak tajam menyentuh angka 446 orang termasuk dengan 241 yang sudah berhasil dipulangkan pada bulan Agustus silam

Dewasa ini, tren kasus ketenagakerjaan di Kamboja sedang meningkat. Baru-baru ini yang sedang hangat menjadi perbincangan kasus penyekapan WNI di Kamboja. KBRI Phnom Penh melaporkan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyelundupan dengan modus penempatan kerja ke Kamboja mencapai 241 orang. Kemlu bersama-sama dengan KBRI dan bekerja sama dengan otoritas yang berwenang di Kamboja untuk menyelamatkan para korban yang terjebak modus penipuan baru ini.

Kasus ini serupa dengan kasus-kasus sebelum[1]nya yang pernah ditangani sebelumnya, dengan pola yang serupa yakni para WNI diperdaya menjual produk investasi palsu atau menjadi operator judi online. Perekrutan dilakukan melalui sosial media, dalam kasus ini melalui Facebook. Para WNI diiming-imingi untuk bekerja sebagai customer service pada perusahaan start up e-commerce. Berdasarkan laporan yang diterima cara[1]cara yang digunakan oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis pendekatan, mulai dari penjeratan utang, penjualan atau pemindahtanganan WNI ke perusahaan lain, pemberlakuan jam kerja yang amat panjang, pembatasan ruang gerak, penggunaan kekerasan, dan penahanan dokumen/paspor milik WNI.

Selama bulan Juli sampai dengan Agustus, Kemlu telah berhasil memulangkan sebanyak 241 orang WNI dalam beberapa tahapan gelombang pemulangan. Kloter pertama berhasil memulangkan 12 orang pada tanggal 5 Agustus 2022. Kemudian disusul dengan 13 orang pada 6 Agustus 2022 dan 16 orang pada 8 Agustus 2022. Kloter terakhir berhasil memulangkan 202 orang pada 22 Agustus 2022. Proses pemulangan yang bertahap ini mempertimbangkan aspek ketersediaan jadwal penerbangan antar kedua negara Sebagai rincian 225 WNI dibebaskan dari Sihanoukville, Kamboja dan sisa 16 orang lainnya dari Phnom Penh, Poipet, dan Bovet. Kebanyakan dari WNI tersebut berasal dari Medan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Batam, dan Bali

Diserahterimakan kepada Kementerian Sosial

241 orang WNI yang telah berhasil dipulangkan diserahterimakan kepada Kementerian Sosial (Kemsos) untuk selanjutnya dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Tentunya para korban yang terjebak pada modus penipuan kerja mengalami tekanan secara psikis dan memerlukan proses rehabilitasi serta reintegrasi dengan keluarga di daerah masing-masing. Bareskrim hingga saat ini masih berupaya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan para perekrut atau agen yang memfasilitasi keberangkatan para korban sebelumnya

Kasus yang terus meningkat

Dalam beberapa waktu belakangan terdapat peningkatan tren kasus WNI yang dipekerjakan secara non-prosedural di perusahaan-perusahaan kasino dan/atau judi online di Kamboja. Pada tahun 2021, KBRI Phnom Pehn telah menangani dan menyelamatkan 119 WNI. Tahun 2022, kasus melonjak tajam menyentuh angka 446 orang termasuk dengan 241 yang sudah berhasil dipulangkan pada bulan Agustus silam. Lowongan kerja palsu ini tidak hanya terjadi di Kamboja namun juga negara tetangga lainnya, seperti Laos, Myanmar, Vietnam, dan juga Filipina. Masyarakat harus mulai jeli memperhatikan dan memilah informasi yang diterima melalui media digital untuk menghindari penipuan lowongan kerja ini. Pahami modus penipuan, seperti gaji tinggi tanpa meminta kualifikasi tertentu, serta perusahaannya tidak dapat diverifikasi.

arakteristik Kasus

Dalam beberapa waktu belakangan terdapat peningkatan tren kasus WNI yang dipekerjakan secara non-prosedural di perusahaan-perusahaan kasino dan/atau judi online di Kamboja. Pada tahun 2021, KBRI Phnom Pehn telah menangani dan menyelamatkan 119 WNI. Tahun 2022, kasus melonjak tajam menyentuh angka 446 orang termasuk dengan 241 yang sudah berhasil dipulangkan pada bulan Agustus silam. Lowongan kerja palsu ini tidak hanya terjadi di Kamboja namun juga negara tetangga lainnya, seperti Laos, Myanmar, Vietnam, dan juga Filipina. Masyarakat harus mulai jeli memperhatikan dan memilah informasi yang diterima melalui media digital untuk menghindari penipuan lowongan kerja ini. Pahami modus penipuan, seperti gaji tinggi tanpa meminta kualifikasi tertentu, serta perusahaannya tidak dapat diverifikasi.

Jenis pekerjaan pada kenyataannya sangat ber[1]beda dengan yang dijanjikan sebelumnya, yakni sebagai penjual investasi palsu atau operator judi online kepada masyarakat Indonesia. Para PMI yang sudah tiba di Kamboja dihadapkan pada posisi sulit, mengingat bila mereka mengundurkan diri/berhenti, mereka diharuskan untuk membayar sejumlah denda. Dalam beberapa kasus, para PMI juga dijanjikan bekerja di nega[1]ra lain, tetapi malah diberangkatkan ke Kamboja atau lokasi kasino online lainnya dalam jejaring yang sama. Terkadang juga para PMI dijual ke sesama perusahaan asal Tiongkok. Keluhan para PMI yang diadukan kepada KBRI Phnom Penh secara umum adalah jam kerja yang berlebihan (hingga lebih dari 12 jam perhari), dilarang keluar dari premis perusahaan, dan dilarang memegang dokumen/paspor. Dalam beberapa kasus, para PMI disalurkan oleh perusahaan resmi dan membayar sejumlah uang sebanyak Rp 50-65 juta per orang.

Pencegahan Keberangkatan

Pada tanggal 12 Agustus lalu, telah berhasil dicegah keberangkatan 215 WNI yang berangkat tidak sesuai prosedur dari Medan menuju ke Sihanoukville, Kamboja. Pencegahan pemberangkatan calon PMI ke Kamboja ini dilakukan saat Pemerintah Indonesia tengah melakukan proses penanganan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) perusahaan online scammer. Kemlu mendapatkan informasi bahwa akan ada pemberangkatan WNI ke Kamboja menggunakan pesawat charter Lion Air sebanyak 645 orang melalui Bandara Kualanamu dan Bandara Soekarno-Hatta. Pemberangkatan untuk kloter pertama sebanyak 215 WNI diberangkatkan melalui Bandara Kuala Namu, Medan.

Dalam upaya mencegah keberangkatan tersebut, Kemlu bersurat dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan penundaan penerbagan pesawat charter Lion Air JT-5385 yang akan digunakan untuk menerbangkan WNI ke Kamboja tersebut. Sementara itu Polda Sumatera Utara berhasil menangkap tiga perekrut yang melakukan perekrutan atas ratusan WNI yang akan diberangkatkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses perekrutan dan pemberangkatan masih terus terjadi. Berkat kerjasama yang baik antara Kemlu, Kemenhub, Kemenaker Polri, BP[1]2MI dan Pemprov Sumut, 215 WNI tersebut dapat diselamatkan dan sudah ada 3 perekrut yang ter[1]tangkap

Tantangan Penanganan

Kendala yang dihadapi KBRI Phnom Penh dalam penanganan kasus ini diantaranya ialah sulitnya untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum di Kamboja. Sebagai catatan, Kamboja masuk ke dalam daftar “Tier 3”” dari United States Traffick[1]ing In Persons Report (TIPS Report 2022) turun dari peringkat “Tier 2 Watchlist” di tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan kondisi penanganan kasus-kasus TPPO yang semakin memburuk di Kamboja. Selain itu, terdapat moral hazard di kalangan para pekerja tersebut yang ingin menghindari denda/hukuman yang dikenakan dari perusahaan dan memanfaatkan situ[1]asi untuk dapat dipulangkan atas biaya negara. Setelah tiba di Indonesia, banyak dari mereka yang secara sadar berangkat kembali ke Kam[1]boja.[]

Don`t copy text!