Current Issue September 2022

Penutupan Beasiswa Seni dan budaya indonesia (BSBI) virtual 2022

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara resmi menutup Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Virtual secara hybrid pada 23 Juli 2022. Penutupan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dihadiri oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah, Sekretaris Daerah Sunggono dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kukar, serta Wakil Gu[1]bernur Sumatera Barat dan jajaran, dengan total kehadiran sebanyak 90 partisipan daring dan 70 partisipan luring.  

Setelah 2 bulan program pelatihan, BSBI telah sampai pada penghujung acara, menandai akhir perjalanan sekaligus awal cerita baru bagi ke-38 alumni BSBI yang diharapkan menjadi ‘Friends of Indonesia’ di masa depan. Rangkaian BSBI Virtual 2022 dilaksanakan pada 15 Mei – 9 Juni 2022 secara daring, bekerja sama dengan 6 sanggar seni yang tersebar di Indonesia. Keenam sanggar tersebut antara lain Sanggar Tari dan Musik Syofyani (Padang, Sumatera Barat), Sanggar Seni LangLang Buana (Banyuwangi, Jawa Timur), Kazaki Art School (Makassar, Sulawesi Selatan), Sanggar Seni Semarandana (Bali), Sanggar Seni Kinanti Sekar (Yogyakarta), dan Gubang Art Community (Tenggarong, Kalimantan Timur).

Para peserta mendapat kesempatan untuk belajar seni tari tradisional, lagu daerah, dan kerajinan tangan sesuai tradisi di daerah setempat secara daring melalui aplikasi Zoom. Dengan tema “Aku Rindu Indonesia,” BSBI mencerminkan kondisi pandemi COVID-19 yang masih marak di seluruh dunia, namun menunjukkan posisi Pemerintah Indonesia yang tetap hadir memberikan pengalaman unik melalui pengenalan seni dan budaya Indonesia kepada warga negara asing (WNA). Pada BSBI kali ini, sebanyak 38 peserta berasal dari 18 negara yang tersebar di Asia, Afrika, Pasifik, dan Eropa.  

Selain partisipan yang hadir langsung, turut hadir secara daring  Gubernur Kalimantan Timur, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Phnom Penh, Duta Besar RI untuk Zagreb, Konsul Jenderal RI untuk Osaka, Konsul Jenderal RI untuk Marseille, dan Konsul RI untuk Songkhla, serta peserta dari Perwakilan negara peserta. Penutupan turut dimeriahkan oleh penampilan wakil peserta sanggar secara langsung melalui konferensi video daring, yang difasilitasi oleh Perwakilan RI di Singapura, Phnom Penh, Nur Sultan, Tokyo, Songkhla, dan Vientiane.

Selain itu, dua sanggar mitra yakni sanggar Gubang Art Community Tenggarong dan Sanggar Tari dan Musik Syofyani Padang hadir langsung sebagai perwakilan. BSBI hadir sebagai wadah bagi seluruh peserta agar dapat secara langsung terekspos pada produk -produk seni tari, seni musik, dan seni kriya yang memiliki karakter dan ciri khas yang kuat dan berbeda antara masing-masing daerah. Corak keberagaman inilah yang menjadi daya tarik BSBI dari tahun ke tahun untuk mendulang partisi[1]pasi pemuda-pemudi internasional yang tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan pengalaman secara langsung dari praktisi-praktisi seni lokal.

Pertukaran kebudayaan dan penyampaian pesan solidaritas pasca-pandemi menjadi penting dan sarat makna di tengah fenomena sosial global yang bergejolak pada beberapa tahun terakhir. Menuju BSBI 2023, direncanakan pelaksanaan secara luring seperti masa pra-pandemi. Hal ini disertai dengan rencana penyelenggaraan Indonesia Channel pada pertengahan tahun. Harapannya sejalan dengan proses transisi dari pandemi menuju endemi, sehingga pelaksanaan program-program pelatihan kebudayaan dapat digelar langsung di sanggar-sanggar seni dan budaya daerah. Sambutan positif oleh para peserta dan seluruh audiens setempat menunjukkan semakin tingginya antusiasme masyarakat internasional akan warisan kebudayaan tradisional yang sudah dikenal sebagai aset-aset diplomasi publik Indonesia.[]

Don`t copy text!