Juli 2015

Peran Diaspora Indonesia Bagi Kemajuan Bangsa

Peran Diaspora Indonesia Bagi Kemajuan Bangsa

Kongres Diaspora Indonesia ke-III resmi dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada 12 Agustus 2015. Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla menitikberatkan mengenai berbagai peranan yang dapat diambil oleh diaspora Indonesia bagi kemajuan bangsa.

Wapres juga menyinggung perihal dwi-kewarganegaraan bagi diaspora dan WNI. ”Sekarang ini nasionalisme itu tidak tergantung pada selembar kertas. Orang yang memiliki KTP atau berpaspor Indonesia itu belum tentu lebih nasionalis,” kata Wapres.

Menurut Wapres, Indonesia akan lebih maju jika mampu meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang, termasuk di dalamnya akses modal yang dapat diperoleh karena koneksi yang dimiliki. Diaspora memiliki kelebihan karena keberadaan dan pengalamannya dalam bidang industri, bisnis, dan sebagainya. Dalam hal ini mereka dapat membuka akses-akses yang dapat memudahkan ekspor Indonesia.

Wapres memberi contoh diaspora India yang dapat menempati posisi-posisi penting dalam karir maupun di negara tempat tinggalnya. Jangan sampai diaspora Indonesia, seperti di Timur Tengah misalnya, yang hanya dianggap dapat bekerja di sektor-sektor informal saja. ”Kita ingin memberikan bukti bahwa bangsa ini punya kemampuan lebih dari itu semua,” tegas Wapres.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, menekankan dalam sambutannya bahwa Kementerian Luar Negeri akan terus meningkatkan sinergi dengan diaspora Indonesia. Saat ini Kemlu telah memiliki Desk Diaspora dan kemudian akan dibentuk menjadi satu unit eselon III di bawah supervisi seorang staf ahli yang khusus menangani masalah pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Selain itu, Kemlu juga akan menerbitkan Kartu Diaspora yang dapat digunakan untuk mendata diaspora Indonesia dan juga dapat memetakan potensi yang dimiliki masing-masing diaspora di seluruh dunia.

Menlu Retno menyatakan bahwa Kemlu sangat mendukung dilaksanakannya Kongres Diaspora Indonesia setiap tahunnya. Hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan Indonesia. Kerja sama dengan para diaspora juga akan terus dilakukan, tentunya dengan bantuan dari seluruh Perwakilan RI di masing-masing negara.

”Kita akan mendorong agar kedutaan dan konsulat untuk secara pro-aktif mendorong agar jaringan diaspora Indonesia terus bertambah dan program-programnya dilaksanakan dengan baik,” ujar Menlu Retno.

Kongres Diaspora Indonesia ke-III dengan tema ’Diaspora Bakti Bangsa’ ini berlangsung pada 12-14 Agustus 2015. Berbagai sesi paralel yang dibagi dalam breakout session diadakan setiap harinya, menghadirkan banyak pakar dan tokoh serta pejabat pemerintahan untuk berdiskusi dengan para diaspora dan peserta yang hadir. (sumber: Setwapres)

Don`t copy text!