Current Issue September 2022

PERTEMUAN MENTERI PENDIDIKAN G20 DORONG TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN GLOBAL

Semangat gotong royong meng[1]gema dalam Pertemuan Kelom[1]pok Kerja dan Pertemuan Tingkat Menteri di bidang Pendidikan G20, di Bali pada 31 Agustus – 1 September 2022. Melalui pertemuan puncak tingkat Menteri Pendidikan, Presidensi G20 Indonesia tegaskan komitmen kerja sama jangka panjang negara G20 untuk memulihkan sektor pendidikan dan menciptakan kesetaraan pendidikan dunia

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendik[1]budristek), Nadiem Anwar Makarim, mengapresiasi para delegasi untuk kontribusi yang berharga dalam penyusunan hasil Pertemuan Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/ EdWG) sejak Maret lalu

Capaian hasil kerja EdWG G20 merupakan kesepakatan para delegasi untuk menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Nantinya, hasil kerja ini juga dapat mendukung negara-negara lainnya untuk merancang dan menerapkan kebijakan pendidikan yang tangguh di masa depan

Indonesia bersama negara-negara G20, negara tamu undangan khusus, serta organisasi internasional telah menyusun laporan dan kompendium sebagai hasil kerja EdWG. Dokumen itu menghadirkan pemetaan tantangan dan beragam strategi, serta good practices di 26 negara, dengan lebih dari 150 program kerja nyata di bidang Pendidikan.

Laporan dan dokumen kompendium yang dihasilkan dari rangkaian EdWG ini merupakan dokumen yang sangat penting dalam upaya mendorong pemulihan, penguatan, dan transformasi sistem pendidikan global. Terdapat praktik terbaik yang bisa dipelajari, tujuan yang ingin dicapai, dan impian masa depan yang lebih baik untuk semua pihak

Di samping laporan dan dokumen kompendium, Indonesia juga telah berhasil menyatukan suara diantara negara G20 untuk memulihkan dan mengimajinasikan ulang sektor pendidikan yang dijabarkan dalam hasil kerja Ringkasan Pimpinan Sidang (Chair’s Summary). Ringkasan ini disampaikan oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim pada Pertemuan Menteri Pendidikan G20. Bersama Kemendikbudristek, Kementerian Luar Negeri juga telah aktif berkontribusi dalam penyusunan ringkasan tersebut, untuk memastikan keselarasan dokumen dengan tema besar Presidensi G20 Indonesia, ditengah banyaknya tantangan global saat ini.

Capaian hasil kerja EdWG G20 merupakan kesepakatan para delegasi untuk menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Nantinya, hasil kerja ini juga dapat mendukung negara-negara lainnya untuk merancang dan menerapkan kebijakan pendidikan yang tangguh di masa depan. Penerapan ini berorientasi pada kebijakan pemulihan di bidang pendidikan serta mengatasi learning loss yang disebabkan oleh pandemi untuk mencapai pendidikan yang berkualitas pada tahun 2030

Para peserta juga menegaskan kembali komitmennya untuk saling berbagi wawasan dalam menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan yang sejalan dengan empat isu prioritas EdWG G20 tahun ini, yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua; Teknologi Digital dalam Pendidikan; Solidaritas dan Kemitraan; serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca COVID-19.

Lebih lanjut, hasil EdWG G20 juga menggarisbawahi pentingnya peranan komitmen global dalam mentransformasi sektor pendidikan sesuai dengan komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yakni kerja sama di level global untuk mengintegrasikan pendekatan, sumber pembelajaran, dan metode lainnya dalam kebijakan dan praktik sektor pendidikan

Negara-negara G20 juga terus berkomitmen untuk mengembang[1]kan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang relevan bagi semua pelajar. Hal ini bertujuan agar mereka dapat terus berkembang dalam kehidupan maupun pekerjaan, dan dapat berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.[]

Don`t copy text!