Previous Issue September 2021

Prioritas Diplomasi RI Menjaga Ketahanan Kesehatan Nasional

Ketahanan kesehatan Indonesia dilakukan secara berlapis, pertama ketahanan kesehatan nasional, ketahanan kesehatan kawasan dan ketahanan kesehatan global

Upaya kemenlu untuk melakukan diplomasi kesehatan dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pemenuhan kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan jangka panjang. Jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar dengan kebutuhan kesehatan membutuhkan effort dan kerja keras diplomasi agar kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi.

Selanjutnya ketahanan kesehatan Indonesia dilakukan secara berlapis, pertama ketahanan kesehatan nasional, ketahanan kesehatan kawasan dan ketahanan kesehatan global. Namun ketahanan kesehatan dunia tidak akan tercapai bila ketahanan nasional negara-negara dunia tidak tercapai. Oleh karena itu, Indonesia serius untuk menciptakan ketahanan kesehatan. Ketahanan dalam memproduksi obat-obatan karena kita tahu bahwa obat-obatan menjadi bagian penting dan sebagian bahan baku obat masih impor. Dalam kondisi krisis ini usaha untuk mencukupi kebutuhan sangat luar biasa dan kita harus belajar dari pandemi ini salah satunya adalah melakukan lompatan besar dan serius agar kita dapat membangun ketahanan, paling tidak di bidang farmasi soal bahan baku.

Kerjasama di bidang obat-obatan harus dilakukan, seperti yang dilakukan PT Bio Farma melakukan kerja sama dengan CEPI yang melaksanakan RnD vaksin sehingga in terms of capacity ada kerja sama multilateral. Kemenlu juga mendorong masuknya investasi asing untuk kerjasama di bidang vaksin dan obat-obatan di Indonesia. Penguatan kerjasama investasi asing di bidang kesehatan telah dibicarakan dengan berbagai pihak Seperti AS, China dan Rusia. Saat kunjungan State Counsellor Wang Yi ke Indonesia, Menlu Retno membahas mengenai kemungkinan indonesia jadi hub vaksin Asia Tenggara. Kalau melihat kapasitas Indonesia, terlepas dari hanya vaksin COVID-19, tapi juga polio dan sebagainya, maka yang diproduksi Bio Farma merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Tapi karena perkembangan penyakit dan pandemi perlu adanya penguatan kapasitas. Untuk itu, melalui kunjungan Menlu Rusia ke Indonesia telah dilakukan pembicaraan terkait kerja sama produksi vaksin. Tidak hanya Rusia, Indonesia juga telah melakukan penjajakan dengan produsen vaksin di AS. Hal ini menunjukan keseriusan
Indonesia untuk ketahanan kesehatan.

“Lalu kita juga memiliki beberapa kandidat vaksin seperti Vaksin Merah Putih yang mudah-mudahan hasilnya baik karena pengembangan vaksin ini tidak mudah. Tapi mudah-mudahan pengembangan vaksin ini hasilnya bagus sehingga ini jadi penopang ketahanan kesehatan Indonesia di masa depan.”[]

Don`t copy text!