Current Issue September 2022

Public Outreach Diplomasi Publik dan Sosialisasi Presidensi G20 Indonesia di Medan

Diplomat Menyapa Santri, Public Outreach Diplomasi Publik dan Sosialisasi Presidensi G20 Indonesia di Medan. (dok.diplik)

Pada 4-7 Juni 2022 lalu, Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi (Satgas) G20 telah menyelenggarakan kegiatan Public Outreach Diplomasi Publik dan Sosialisasi Presidensi G20 Indonesia di Medan. Rangkaian Public Outreach diadakan secara luring dan terdiri dari 3 (tiga) kegiatan, yakni Public Diplomacy @ School, Diplomat Menyapa Santri, dan Public Lecture Presidensi Indonesia di G20.

Melalui 3 kegiatan tersebut, telah dilaksanakan diseminasi informasi kebijakan luar negeri Indonesia, secara spesifik mengenai diplomasi publik dan Presidensi G20 Indonesia. Lebih lanjut, ajakan kepada para generasi muda untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi sebagai aktor non-negara (non-state actor) dalam upaya diplomasi Indonesia menjadi pesan utama terkait isu diplomasi publik. Di sisi lain, turut disampaikan betapa pentingnya dukungan publik terhadap presidensi Indonesia di G20

Pada hari pertama, diselenggarakan kegiatan Public Diplomacy @ School: A Good Day to Talk about Indonesia’s Public Diplomacy and G20. Merupakan sebuah kolaborasi dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Utara, yang dihadiri 150 penegak (16-20 tahun) pramuka dari seluruh Sumatera Utara. Kemudian dilanjut oleh kegiatan Diplomat Menyapa Santri, yang mendatangkan 100 santri muda dari berbagai pesantren di Sumatera Utara, bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Darul Ilmi Murni, Medan. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP) dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar lembaga Kemlu serta Direktur Diplomasi Publik hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut

Setelah melalui dua kegiatan sosialisasi dan diseminasi informasi, kegiatan Public Lecture Presidensi Indonesia di G20 pun digelar pada 6 Juni, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU). Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta mencapai 225 mahasiswa dari 13 Pendidikan Tinggi (PT) lintas Sumatera Utara. Di hadapan ratusan mahasiswa, Dirjen IDP memberikan sambutan pembuka, dan paparan diberikan oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Antar lembaga Kemlu

Terdapat sejumlah catatan menarik selama rangkaian Public Outreach Diplomasi Publik berlangsung di Medan. Salah satunya ialah manfaat Presidensi Indonesia di G20 banyak disoroti di setiap forum sosialisasi. Para pemuda yang hadir menyampaikan harapannya bahwa forum tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi Indonesia, termasuk penyediaan lapangan kerja. Selain itu, isu diplomasi vaksin pun cukup menarik perhatian audiens, khususnya kelompok masyarakat muda yang menunjukkan minat tinggi terhadap Komik Si Juki “Diplomasi Vaksin.

Selain tingginya antusiasme pemuda pada kedua isu di atas, tampak animo hangat menyambut diplomasi Indonesia melalui G20. Pada tataran praktis, beragam engagement group di bawah G20, secara spesifik Youth 20 (Y20) dapat menjadi sebuah peluang untuk menarik massa lebih banyak, khususnya kalangan muda untuk lebih tertarik pada aktivitas diplomasi Indonesia melalui peran dan kedudukannya di forum-forum internasional Secara keseluruhan, upaya penjangkauan (outreach) terhadap komunitas-komunitas masyarakat seperti pesantren dan organisasi kepemudaan lainnya, dinilai cukup potensial dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebijakan luar negeri Indonesia.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyelenggaraan media gathering yang mengundang perwakilan pers dan media Sumatera Utara. Ada 9 perwakilan media yang hadir, antara lain Media Bisnis, Antara News Sumatera Utara, Tribun Medan, Harian Mimbar Umum, Rakyat Merdeka Online, Harian Sinar Indonesia Baru, TVRI Medan, Harian Analisa, dan Pos Metro Medan. Pada kesempatan tersebut, Dirjen IDP dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar lembaga Kemlu menyerukan ajakan kepada seluruh media untuk giat menyebarkan berita positif seputar Presidensi Indonesia di G20, guna menumbuhkan dukungan publik agar terbangun sense of ownership kolektif di kalangan masyarakat luas.[]

Don`t copy text!