Juli 2015

Shelter untuk Pengungsi Rohingya

Shelter untuk Pengungsi Rohingya

Pada tanggal 29 Juli 2015 lalu, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menginstruksikan segenap jajarannya untuk segera merelokasi pengungsi muslim Rohingya ke Integrated Community Shelter/ICS  yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Instruksi tersebut disampaikan di Masjid Arakhan Kompleks ICS pada acara Halal Bihalal antara Relawan Peduli Rohingya bersama tokoh masyarakat, tokoh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Utara Teungku Haji Nuruddin Taib dan 10 orang perwakilan pengungsi Rohingya yang hingga saat ini masih ditempatkan di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Aceh Utara.

Muhammad Thaib mengatakan bahwa ICS yang telah dibangun ACT sudah sangat lengkap dan bagus. “Kami ingin memberi pelayanan terbaik  untuk para pengungsi. Fasilitas yang dibangun ACT ini sangat lengkap.  Jadi perlu segera kita pindahkan, agar para pengungsi merasa nyaman,” tegasnya.

Bupati Muhammad Thaib juga menyampaikan kekagumannya pada desain seluruh bangunan dan fasilitas yang ada dalam ICS. “Saya seperti berada di negeri khayalan. Padahal ini nyata sekali. Sangat indah,”  katanya lagi, sambil menunjuk ke beberapa blok bangunan di sekitar masjid.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Hussein, perwakilan pengungsi Rohingya yang fasih berbahasa Melayu mengatakan bahwa saudara-saudaranya yang kini berada di BLK sangat ingin pindah ke kompleks shelter ini. Mereka berharap agar bisa segera pindah ke ICS.  Menanggapi permohonan itu Bupati Muhammad Thaib menyatakan pihaknya akan segera menggelar rapat dengan semua instansi terkait, termasuk pihak Imigrasi, guna membahas teknis pemindahan pengungsi Rohingya dari Gedung BLK ke shelter yang dibangun ACT.

Bupati Muhammad Thaib menyatakan akan segera memindahkan para pengungsi Rohingya yang saat ini berada di gedung BLK ke shelter yang dibangun ACT. “Saya instruksikan kepada Dinas Sosial untuk segera membangun komunikasi dengan Imigrasi dan pihak terkait lainnya, agar dibicarakan teknis pemindahan secepatnya,” tanggap Bupati Muhammad Taib yang akrab disapa oleh warga Aceh Utara sebagai ‘Cek Mad’.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis ACT, Sri Eddy Kuncoro, mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat lingkungan. “Kami sudah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lingkungan. Program penanganan Rohingya menjadi pintu masuk bagi kami untuk membantu masyarakat Aceh yang berada di sekitar shelter,” katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Eddy, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap potensi sejumlah desa yang berada di sekitar shelter. “Data tersebut sedang digodok untuk kemudian diputuskan program yang paling tepat bagi pengembangan masyarakat pedesaan.  Kami akan jalankan program pemberdayaan ini secara bersamaan,” kata Eddy.

Di dalam komplek ICS yang berdiri di atas lahan 5 hektar itu, ACT telah membangun 120 unit shelter yang terbagi dalam 15 blok, dilengkapi dengan 46 pintu MCK, dan 2 unit kelas belajar serta satu klinik kesehatan di atas lahan seluas 1 hektar. Di luar itu juga dilengkapi dengan taman bermain anak-anak, masjid merangkap aula pertemuan, taman dan fasilitas air bersih.  Lahan sisa menurut rencana akan digunakan untuk program-program pemberdayaan bagi pengungsi dan masyarakat Blang Adoe di sekitar ICS. (Sumber: ACT)

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!