Current Issue Januari 2018

Gamelan Di Swiss

Duta Besar Linngawat Hakim foto bersama saat peresmian Pusat Pelathan dan Pertunjukan Gamelan di Sion

Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Gamelan di Swiss telah diresmikan pada tgl. 10 November 2017 di kota Sion, dalam sebuah acara inaugurasi di gedung Parlemen yang diselenggarakan bersama oleh KBRI Bern dan Sekolah Musik “En, Deux, Troi, Musiques…” yang berkedudukan di Sion, sekitar 150 Km dari Bern. Acara peresmian tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan Gamelan, tarian, membatik, dan kuliner Indonesia, serta dihadiri oleh berbagai kalangan dari Parlemen, pejabat Swiss serta masyarakat setempat.

Sion merupakan kota kecil yang indah dengan alam pegunungannya dan ibu kota Kanton (Provinsi) Vallais, yang juga dikenal sebagai penghasil wine terbaik di Swiss. Direktur dan pendiri Sekolah Musik tersebut, Mrs. Nicole Coppey, bersama putranya Timothée Coppey yang juga merupakan pelatih Gamelan, telah menekuni pelatihan dan pertunjukan Gamelan sejak sepuluh tahun yang lalu. Dalam prosesnya mereka juga telah berkolaborasi dengan Asosiasi Gamelan Pantcha Indra di Paris dan memperdalam pengetahuan mengenai Gamelan di Solo. Sejumlah pertunjukan telah diselenggarakan secara rutin di Swiss dan Paris, bahkan dalam resepsi-resepsi diplomatik yang diadakan oleh KBRI Bern dan PTRI Jenewa.

Adanya Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Gamelan di Sion, Swiss, merupakan sarana yang sangat efektif dan bermanfaat bagi upaya mempromosikan seni budaya Indonesia di luar negeri, dan oleh karenanya perlu didukung penuh bukan saja oleh KBRI Bern namun oleh Pemerintah Indonesia melalui program-program diplomasi publik Kementerian Luar Negeri RI.

Yang menarik dari Group Gamelan “En, Deux, Troi, Musiques…” adalah bahwa seluruh siswa dan pemainnya merupakan warga Swiss yang berusia antara 9 tahun hingga remaja. Dalam metode pengajarannya, Mrs. Nicole Coppey senantiasa menekankan pentingnya nilai-nilai kerjasama dan harmonisasi dalam bermain Gamelan. Hal ini penting bagi pembentukan karakter setiap manusia, untuk dapat saling menghargai dan bertanggung jawab, berkonsentrasi, melatih kesabaran dan ketenangan, mengendalikan diri dan emosi, yang sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat serta menyikapi berbagai perbedaan.

Untuk memberikan gambaran bagaimana warga Swiss menghargai musik Gamelan, di bawah ini dapat kita nikmati terjemahan dari karya artistik seorang seniman, penyair dan penulis berkebangsaan Swiss, M. Noëlline. Beberapa karyanya mengenai seni budaya Indonesia telah dimuat dalam media lokal dan internasional. Naskah asli tulisan dibawah ini berbahasa Perancis dan belum pernah dimuat dalam media lainnya. Dimuatnya karya M. Noëlline dalam edisi Tabloid Diplomasi ini telah memperoleh persetujuan dari yang bersangkutan.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Januari 2018

Tabloid Januari 2018