NEWS FLASH

Edisi Terbaru

mwi

English Version

English Version

 

Merangkul Negara-Negara Pasifik Melalui Pusat Budaya Melanesia

Selain memberikan manfaat secara politik untuk menjaga keutuhan NKRI, kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap kawasan Pasifik Selatan juga harus memberikan manfaat ekonomi, khususnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di kawasan Indonesia Timur.Demikian gagasan yang mengemuka dalam Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) bertajuk “Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Kawasan Pasifik Selatan” yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri (Kemlu),di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 29/04/2014.

“Masyarakat di berbagai negara di kawasan Pasifik Selatan dan Wilayah Indonesia Timur, termasuk di NTT, masih didominasi oleh kemiskinan, kemampuan sumber daya manusia yang rendah, infrastruktur terbatas, serta pemanfaatan teknologi rendah, padahal terdapat sumber daya alam yang melimpah. Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap kawasan Pasifik Selatan tidak boleh hanya untuk memperkuat secara politik, tapi juga memberikan keuntungan kepada daerah secara ekonomi untuk memberantas kemiskinan. Hal ini merupakan keniscayaan guna menghindari separatisme”, ujar Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Propinsi NTT, Marius Ardu Jelamu dalam kesempatan tersebut.

Dalam mengupayakan peningkatan kerja sama dengan negara kawasan Pasifik Selatan, kesamaan etnis dan budaya Melanesia antara masyarakat di kawasan Indonesia Timur dan negara-negara Pasifik Selatan merupakan modalitas.

Read more...
 

Museum KAA dan Gotong Royong Asia Afrika

 

“Tetapi tanah air kita Indonesia hanya satu bahagian kecil saja daripada dunia! Ingatlah akan hal ini! Gandhi berkata: “Saya seorang nasionalis, tetapi kebangsaan saya adalah perikemanusiaan, My Nationalism is humanity”. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa. Inilah filosofisch principle yang nomor dua, yang boleh saya namakan “Internationalisme”. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme, bukanlah saya bermaksud kosmopolitanisme, yang tidak mau adanya kebangsaan.

(Soekarno, 1 Juni 1945 di Gedung Pancasila)

 

Internasionalisme Indonesia lahir dari konsep sosio-nasionalisme Pancasila. Sosio-nasionalisme Pancasila berkelindan antara sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia. Artinya, sosio-nasionalisme hakikatnya adalah sebuah prinsip internasionalisme yang berakar pada nilai dasar nasionalisme Indonesia, yakni gotong royong. Satu dasawarsa pasca kelahiran Pancasila di Gedung Chuo Sangi In (Gedung Pancasila), nilai gotong royong itu kelak menginstitusionalisasi diri melalui deklarasi Dasasila Bandung dalam peristiwa Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Gedung Merdeka Bandung pada tahun 1955. Dasasila Bandung telah mentransformasi dialektika gotong royong Indonesia menjadi nilai baru yang lebih universal, yaitu gotong royong Asia Afrika.

Read more...
 

Suplemen

Kue Ekonomi ASEAN Di Indonesia Sebesar 40%

Kue Ekonomi ASEAN Di Indonesia Sebesar 40% ASEAN Economic Community (AEC) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Masyarakat...

Catatan Redaksi

Catatan Redaksi Para pembaca Tabloid Diplomasi yang budiman, mengawali tahun baru 2015 seluruh jajaran redaksi me-ngucapkan selamat Tahun Baru...

RI Dorong Rekonsiliasi Konflik Di Wilayah Rakhine Melalui Pendekatan Kemanusiaan

RI Dorong Rekonsiliasi Konflik Di Wilayah Rakhine Melalui Pendekatan Kemanusiaan   Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, A.M. Fachir...

Museum KAA dan Gotong Royong Asia Afrika

Museum KAA dan Gotong Royong Asia Afrika   “Tetapi tanah air kita Indonesia hanya satu bahagian kecil saja daripada...

Membuka Pasar Baru Melalui Kerjasama Selatan-Selatan

Duta Besar Esti Andayani : Membuka Pasar Baru Melalui Kerjasama Selatan-Selatan   Pada awal 2015 direktur jenderal informasi dan...

Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI

Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI : Diplomasi Indonesia Akan Menonjolkan Karakter Sebagai Negara Maritim Presiden Indonesia, Joko Widodo, dalam...

Mengintegrasikan Kekuatan Asia Tenggara Di Dunia Global

Masyarakat Ekonomi ASEAN Mengintegrasikan Kekuatan Asia Tenggara Di Dunia Global Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967,...

Perdagangan Intra-Regional Di Seluruh IOR Capai $ 777 Miliar

Perdagangan Intra-Regional Di Seluruh IOR Capai $ 777 Miliar Selama sepuluh tahun terakhir atau lebih, sejumlah besar negara-negara di...

Empat Media Nasional Dan Satu Jurnalis Menangkan Adam Malik Awards 2015

Empat Media Nasional Dan Satu Jurnalis Menangkan Adam Malik Awards 2015   Jakarta. Pada Kamis (8/1) bertempat di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negeri  telah berlangsung Pernyataan Pers Tahunan Menteri...

More in: Diplomasi Januari 2015

Papua Sengaja Dijadikan Isu Dunia Oleh Kelompok Tertentu

Papua Sengaja Dijadikan Isu Dunia Oleh Kelompok Tertentu MSG Dukung NKRI   Makna dan arti penting kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Fiji pada bulan Juli 2014 yang lalu adalah...

More in: Diplomasi Januari 2015

Catatan Redaksi

Catatan Redaksi Para pembaca Tabloid Diplomasi yang budiman, mengawali tahun baru 2015 seluruh jajaran redaksi me-ngucapkan selamat Tahun Baru mudah-mudahan tahun ini membawa kesuksesan bagi kita. Pada edisi kali...

More in: Diplomasi Januari 2015

Kue Ekonomi ASEAN Di Indonesia Sebesar 40%

Kue Ekonomi ASEAN Di Indonesia Sebesar 40% ASEAN Economic Community (AEC) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah pembentukan pasar tunggal (single market) yang...

More in: Diplomasi Januari 2015